cerita-cerita pendek

The Promise

“THE PROMISE” Sam memandangi wanita yang ada di depannya tanpa berkedip.  Dia ...

Juned

JUNED ( Satu Tembang Kehidupan ) Lelaki itu memainkan biolanya di perempatan ...

mencari cinta

MENCARI CINTA Lelaki yang pertama dikenalnya dan yang sangat dekat dengannya adalah ...

Latest News

agama tanpa pengampunan

Bermula saat saya mengendarai sepeda motor di pasar kramat jati,secara tidak sengaja motor saya menyenggol sebuah tampah yang berisi buah jambu merah sehingga buah itu berantakan di aspal bahkan masuk ke dalam got. Saya menjadi takut dan menghentikan sepeda motor saya,tapi pedagangnya berkata,”Terus aja Pak gak apa-apa.”
Tentu saja saya kaget,karena mungkin ada sekitar sepuluh kilo yang berserakan dan yang masak menjadi bonyok,belum lagi yang masuk ke dalam got. saya heran mengapa saya dibiarkan begitu saja, sampai saat ini hal itu menjadi pertanyaan saya terus. Bila saya bisa jumpa lagi dengan pedagang itu tentu saya akan bertanya,”Mengapa Bapak mengampuni saya?”
Cerita itu menginspirasi saya untuk menuis cerpen yang berjudul NURANI NUR’AINI,kisah pengampunan seorang wanita sederhana yag suaminya dibantai secara keji.
Hari kamis lalu Tuhan mengingatkan saya lagi tentang pengampunan ini.
Dimana akhirnya sekarang ini saya tidak melihat ada agama yang tanpa pengampunan. Bahkan secara ekstrim memperbolehkan membunuh orang yang tidak sekeyakinan aneh kan?
Dulu…dulu sekali…Tuhan membantai manusia dengan air bah pada zaman Nuh. Tapi tahukah kita bahwa Tuhan saja menyesal melakukan itu,dan berjanji bahwa tak akan ada lagi air bah seperti zaman Nuh. Bahkan ia selalu mengutus nabi-nabi bagi setiap kaum yang tersesat yang seharusnya mati karena menyembah berhala. Berkali-kali bangsa Israel menyembah berhala dan Tuhan mengutus nabinya agar bangsa itu bisa kembali kepada Tuhan,Tuhan memberikan pengampunan! Demikian juga dengan halnya bangsa Arab,penyembah berhala,Tuhan juga mengutus nabiNya kesana untuk menyelamatkannya dan membuktikan pengampunan Tuhan pada orang-orang yang menyembah berhala.
Tapi sekarang lihatlah…bangsa Yahudi dan umat Islam! Masih saja ada diantara golongan itu yang tidak mengampuni orang lain,bahkan membunuh orang yang tidak kenal Tuhan adalah jalan masuk ke surga.
Mereka lupa bahwa mereka ada,karena Tuhan mengampuni segala kejahatan mereka. Mereka beragama,Tuhan mau mengampuni mereka tapi mereka tak mau mengampuni orang lain.
nabi Isa pernah berkata,”Ampunilah kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami,”dalam ajaran doanya. Maksudnya Tuhan akan mengampuni orang yang mau mengampuni orang lain. Dan seperti kisah lainnya,bagaimana Firaun dan pasukannya mati di laut karena tak mengampuni Musa dan bangsa Israel,bagaimana akhirnya kota Sodom dan Gomorah ludes karena tak mau menerima pengampunan,tapi ingatlah kisah Yunus, dia tak mau mengampuni sebuah bangsa karena sangat sakit hati,dan Tuhan malah melakukan yang sebaliknya. Tentu saja Yunus protes sama Tuhan. Tapi ketika Yunus menangisi pohon ara yang mati Tuhan mengingatkan dia,”Manusia lebih berharga daripada pohon ara.”
Beberapa waktu yang lalu,baik koran maupun televisi mengabarkan seorang remaja putri yang diperkosa dan dibunuh oleh empat orang pemuda yang mabuk. Saya tidak tahu akhir ceritanya bagaimana sampai suatu ketika melihat televisi dan menyaksikan bagaimana keluarga si korban mengampuni keempat pelakunya. Tak ada gunanya dendam dan sakit hati. Kalau Tuhan bisa mengampuni mengapa kita tidak. Lho…ternyata ada juga kisah nyatanya seperti itu, saya pikir cuma dalam cerpen saya.
akhirnya kisah itu menginspirasi saya untuk menulis cerpen AISYAH AISYAH,perempuan bego kata orang yang setia hidup dengan suaminya yang sangat jahat. Juga tentang ABAH MAAFIN UJANG,istri tokoh kita berkata di akhir cerita,”Kang,ternyata dunia ini perlu lebih banyak pengampunan…”
Seperti kata Nur’aini,”tak ada gunanya hidup dengan sakit hati dan tak ada faedahnya membawa dendam ke alam baka.”
Atau juga yang tersirat dalam cerita AIYAH AISYAH,siapa lagi yang akan mengampuni Jono kalau bukan saya dan Tuhan? Karena Jono seorang yang tidak terampuni.
Dalam sebuah film,saya lupa judulnya,dikisahkan oleh seorang tokoh utama yang dituduh melakukan dendam,bahwa di afrika ada suatu suku yang memiliki cara pengampunan yang unik. Bila seseorang membunuh,maka suku itu akan mengikat dia dan menyeburkannya ke dalam danau sampai mati tenggelam karena diberi pemberat. Disisi lain,pihak keluarga korban diberi dua opsi,mau menyelamatkan pembunuh itu atau membiarkanya mati tenggelam. Percaya atau tidak,keluarga korban akan menyelamatkan pembunuh itu. Mengapa?Karena dengan menyelamatkan sipembunuh keluarga korban cukup berkabung sekali itu saja,tapi bila membiarkan si pembunuh itu mati karena dihukum,mereka harus berkabung seumur hidup mereka.
Dunia yang aneh…dunia yang ajaib.
Mengapa suku yang tidak beradab itu lebih mengenal pengampunan daripada umat beragama di dunia ini?
Atau peradaban apakah yang sedang kita jalani sekarang?
Seandainya saja kehidupan yang tidak beradab memiliki pengampunan seperti itu dan kehidupan yang beradab tidak memiliki pengampunan,agaknya kita harus kembali ke masa silam.
Dan hal yang luar biasapun terjadi pada suku Dani di papua. Untuk berdamai dengan kelompok musuhnya mereka harus memelihara seorang anak dari musuhnya itu,mereka menyebutnya anak perjanjian.
Dalam agama Kristen, Yesus Kristus disebut juga sebagai anak perjanjian,selama pengikutnya mau memeliharanya di dalam hati maka selama itu juga Allah akan berdamai dengannya,bahkan memiliki warisan dan kuasa seperti anak perdamaian atau anak perjanjian itu.
Sekarang…
Renungkanlah sejenak…
Apakah agama tidak memiliki pengampunan…?

Jabon merah

Jabon Merah (Samama) merupakan salah satu andalan tanaman yang tumbuh cepat (fast growing species) di Sulawesi dan Maluku. Tinggi tanaman mencapai 40 meter dengan batang bundar dan tegak lurus dengan lingkar batang mencapai 150 cm (diameter 40-50 cm). Samama merupakan tanaman pioner yang toleran cahaya sehingga dapat hidup dibawah naungan sekalipun. Dapat hidup di ketinggian 100-1000 mdpl dan yang terpenting adalah tanaman ini siap panen pada umur 6 sampai 10 tahun.

Perbedaan warna daun bibit Jabon Putih dan Jabon Merah

Pada umur 10 tahun rata-rata volume dalam satu pohon adalah 0,8 – 1,0 m3 bahkan bisa lebih untuk perawatan maksimal. Samama mampu berkembang biak secara dominan. Perbanyakan dapat dibuat dengan cabutan/anakan di hutan, untuk membuat bibit dalam jumlah besar bisa dengan menyemaikan biji. Menurut pengalaman kami dalam penaburan 200 gram saja bisa menghasilkan 100.000 bibit.

Pohon Samama yang masih berdiri tegak

Hasil pengujian di laboratorium berat jenis (density) Samama adalah 0,44 – 0,51 atau sedikit lebih tinggi diatas Jabon Putih. Warna kayu adalah kemerah-merahan menyerupai kayu meranti dari Kalimantan.

Log Samama hasil panen

Keunggulan Samama:

  • Kemampuan menahan dan menyimpan air sangat tinggi sehingga cocok untuk menahan tanah dari bahaya erosi
  • Mampu menghasilkan oksigen dalam jumlah besar
  • Dapat dibuat veneer dengan standar pasar Timur Tengah, Korea Selatan, Eropa dan Amerika Serikat
  • Dapat dibuat veneer untuk Face-Back pada produk plywood menggantikan meranti dan kayu alam lainnya
  • Log dapat dikupas dengan rotary sederhana (Cina), konvensional (Uroko Jepang) dan digital (Finlandia) dan menghasilkan veneer kualitas prima
  • Dapat dipakai untuk perkakas rumah tangga, bahan bangunan dan pertukangan
  • Pengolahan veneer untuk plywood tidak ada masalah saat proses di hot press, cold press sampai finishing.
  • Kualitas kayu samama jauh lebih baik daripada sengon dan benuang

Manfaat lain dari Samama:

Selain diambil kayunya, kulit kayu Samama dapat dipakai obat yang berkhasiat untuk:

  • Penambah stamina
  • Mengurangi rasa lelah
  • Penurun kolesterol
  • Penyubur kandungan

Cara mengolah untuk obat:

  • Kulit kayu Samama dicuci bersih kemudian dipotong 1 x 3 cm lalu dijemur sampai kering
  • Jika ingin digunakan ambil 5-7 potong kemudian diseduh dengan air mendidih 1 gelas
  • Biarkan sampai hangat
  • Diminum pagi atau sore setelah makan

Irisan kayu Samama

(Sumber: Dishut Halmahera Tengah, lab. R&D dan sumber lain)

Tentang Jabon Merah

Jabon Merah (anthocephalus macrophyllus) saat ini mungkin belum terlalu popoler dan masih sulit dicari di pasaran. Jabon merah merupakan pohon kayu dengan bentuk batang lurus yang bebas cabang mencapai 70%-80%. Ciri khas pohon ini adalah kemampuan untuk menggugurkan daun bagian bawah (absisi) sehingga dapat tumbuh lurus meninggi tanpa percabangan.

Keunggulan pohon ini yang memiliki nama populer lain ‘samama merah’ adalah tekstur kayunya yang halus dan arah serat kayunya yang lurus. Warna kayunya yang merah juga tergolong unik. Tergolong pada kelas kayu kuat II sampai III. Dari sisi keawetan (kemampuan untuk bertahan dari hama secara alamiah), termasuk golongan kelas IV dan dari sisi keterawetan (kemampuan pori-pori kayu untuk menyerap bahan pengawet) tegolong sedang.

Dibandingkan dengan jabon putih dan sengon, kekuatan dan keawetan kayu ini lebih baik.Pohon ini tumbuh dengan baik pada lokasi dengan ketinggian 50-1000m di atas permukaan laut. Daya tumbuh di lahan kritis juga cukup baik, bahkan bisa dijadikan sebagai buffer zone untuk kepentingan konservasi atau daerah penyangga berkat akarnya yang dalam. Suhu ideal adalah antara 18-33 derajat celcius. Pertumbuhan kayu merah ini termasuk cepat, bahkan mampu menyaingi kecepatan tumbuh pohon jenis sengon (albasia). Rata-rata usia panen adalah empat hingga lima tahunan dengan diameter 20-30cm.

Dengan warnanya yang merah serta teksturnya yang halus, kayu ini dapat dimanfaatkan untuk bahan baku plywood, furniture, kayu lapis (vinir), aksesoris rumah dan lain lain. Saat ini bibit pohon jabon merah dengan ukuran 25-30 cm dapat anda dapatkan di wilayah Bogor. Untuk pemesanan, dapat dilakukan melalui email :part.thesun@gmail.com. Pemesanan minimal 100 bibit pohon.

Zaitun

Zaitun (Olea Europaea) sudah dikenal sejak dahulu oleh penduduk di kawasan Mediterania, sebagai makanan. Dengan mengkonsumsi zaitun, kondisi kesehatan mereka terbaik jika dibandingkan dengan yang lain. Angka penderita gangguan jantung lebih kecil dan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.

Beratus-ratus tahun yang lalu, dalam puisi Romawi disebutkan bahwa buah zaitun dapat memulihkan dan mempertahankan daya tahan tubuh. Tidak hanya buah zaitun, Hippocrates yang dikenal sebagai bapak ilmu kedokteran, mengungkapkan bahwa minyak zaitun bernilai terapi dan dapat digunakan untuk kesehatan. Dan ranting pohon zaitun dapat dipergunakan sebagai mahkota pada penobatan pemenang perlombaan, sebagai simbol kemenangan dan perdamaian.

Zaitun dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki iklim yang mirip dengan daerah Mediterania. Pohonnya berupa semak yang selalu berwarna hijau dengan tinggi 8 – 15 meter. Daun berwarna hijau keperakan berukuran panjang antara 4 – 10 cm, lebar 1 – 3 cm. Memiliki bunga yang berwarna putih dan buah yang berukuran 1 – 2, 5 cm. Biasanya panen dilakukan saat buah masih berwarna hijau, atau ketika buah sudah masak. Ciri buah masak adalah jika buah tersebut sudah berubah warna menjadi ungu gelap (untuk jenis zaitun hitam).

Zaitun dapat dikonsumsi secara langsung, ataupun diawetan terlebih dahulu dengan cara di fragmentasi. Dan sebelum difragmentasi, buah dikemas dalam larutan garam. Buah yang dikalengkan memiliki warna hitam karena pengaruh bahan kimia yang dicampurkan. Kulit bagian luar buah mengandung 60 – 70 % minyak. Minyak zaitun mengandung asam lemak jenuh (asam palmitat, asam stearat, asam arachidat, asam miristat, dan lignoserat dengan kadar kecil), asam lemak tak jenuh mono, asam lemak tak jenuh poli, vitamin E, dan vitamin K.

Yunani merupakan penghasil minyak zaitun dengan kualitas extra virgin olive oil terbesar di dunia. Minyak yang dihasilkan melalui proses penekanan tanpa penambahan kualitas bahan kimia. Sedangkan kualitas yang lain yang lebih rendah kualitasnya adalah minyak yang dibuat melalui proses kimiawi untuk menetralkan rasa yang kuat dan kandungan asam.

Manfaat mengkonsumsi buah dan minyak zaitun :

  • Menjaga kesehatan pembuluh darah jantung, sehingga menurunkan resiko pada penyakit jantung koroner. Yang disebabkan karena adanya mono unsaturated fat, terutama asam oleat. Namun ada juga penelitian yang menunjukkan khasiat minyak terhadap kesehatan jantung disebabkan oleh kandungan senyawa golongan fenol, bukan asam lemak. Kandungan senyawa fenol berfungsi sebagai antioksidan, yang dapat menjaga elastisitas dinding pembuluh darah arteri.
  • Mencampurkan minyak zaitun ke dalam makanan dan menggosokkan pada kulit secara rutin berfungsi dapat melembabkan kulit.
  • Sebagai laksatif ringan untuk memudahkan proses buang air besar.

Pemakaian minyak zaitun cenderung aman, karena tidak ada reaksi alergi yang ditimbulkan akibat pemakaiannya.(infosehat.com)

Zaitun (Olea europaea) adalah pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan sebagai penyegar. Buahnya yang tua diperas dan minyaknya diekstrak menjadi minyak zaitun yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan. Zaitun adalah anggota suku Oleaceae

Tanaman zaitun memiliki ciri-ciri di antaranya:

  • tumbuh sebagai perdu mempunyai bunga berbentuk lonceng
  • daun tunggal dengan kedudukan berhadapan tanpa daun penumpu
  • bunga banci atau berkelamin tunggal dan buah menumpang
  • buahnya berupa buah batu dengan biji memiliki endosperma

Zaitun mulai berbuah saat berumur lima tahun dan usianya dapat mencapai ribuan tahun, sehingga yang tadinya perdu telah menjadi pohon besar. Pohon zaitun yang berumur ribuan tahun di antaranya pernah ditemukan di Palestina yang bertahan hidup hingga 2000 tahun.

Distribusinya meliputi daerah-daerah iklim panas sampai iklim sedang. Kebanyakan jenisnya dapat ditemui di Asia dan daerah Laut Tengah. Tumbuhan ini masih berkerabat dengan melati (Jasminum sambac).

Tangkai zaitun berdaun sering dipakai sebagai lambang perdamaian dan telah lama menjadi bagian kebudayaan Barat. Di dalam masyarakat ini dahan zaitun menjadi lambang perdamaian dan telah ditanam sejak ratusan tahun yang lalu untuk diambil buahnya yang sedap. Dari filosofi tersebut dapat kita ambil intisari bahwa dengan tumbuhnya zaitun akan membawa perdamaian.

Banyak manfaat dari pohon zaitun ini. Selain buahnya yang enak, kayu dari pohon zaitun juga sangat bagus, keras dan indah. Selain untuk dimakan buah zaitun juga digunakan sebagai penyedap makanan. Apabila diperas buahnya, kita dapat memperoleh minyaknya. Minyak ini dapat digunakan sebagai bumbu salad dan belakangan banyak digunakan untuk bahan kosmetik yang dapat menjaga kelembaban dan kekencangan kulit sehingga diyakini dapat menjadikan kulit awet muda. (Wikipedia,ensiklopedia bebas)

Tanaman pohon Zaitun dalam bahasa Latinnya dikenal dengan nama Olea europaea L. Biasa disebut dengan Olive. Beberapa jenis zaitun lainnya adalah Wild Olive (Olea africana), Oleaster (O. europaea var. oleaster), American Olive (Osmanthus americana), Fragrant Olive (O. fragrans) Buah Zaitun muda dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan sebagai penyegar. Buahnya yang tua diperas dan minyaknya diekstrak menjadi minyak zaitun yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan. Zaitun dikelompokkan ke dalam suku Oleaceae Minyak zaitun berasal dari buah zaitun yang pohonnya pertama kali ditemukan di daerah Crete, Yunani sekitar 5000 atau 7000 tahun yang lalu. Sejak zaman tersebut, pohon zaitun merupakan sumber pangan, minyak, kayu ,obat obatan dan dijadikan symbol kebijakan dan perdamaian. Pohon zaitun dianggap sebagai pohon suci, siapapun yang berani untuk menebang akan dihukum atau diasingkan. Dari daerah Crete, pohon zaitun menyebar ke daerah Amerika, Syria, Palestina dan Israel, namun pusat penanaman pohon zaitun tetap berada di negara negara Medditerania seperti Spanyol, Portugis, Turki, Itali dan Yunani.

Zaitun mulai berbuah saat berumur lima tahun , productive berbuah pada umur 10-12 tahun dan usianya dapat mencapai ribuan tahun, sehingga yang tadinya perdu telah menjadi pohon besar. Pohon zaitun yang berumur ribuan tahun di antaranya pernah ditemukan di Palestina yang bertahan hidup hingga 2000 tahun. Selain itu pohon zaitun banyak di sebut dan di wahyukan dalam kitab suci 3 agama besar dunia , antara lain Islam , Kristiani dan Yahudi :

1    Dalam Al-Qur’an , ( Surah – At-tiin , An-Nuur 24:35 ,Al-An’aam 6:99 dan Al- An’aam 6:141 ) .

D   Dalam Injil / Bible , ( Roma :11:17 , Matius 26:30 , Zakaria 4:11 dan Mazmur 128:3,Yehezkiel 47:12, Genesis 8:11 )

3. Dalam Manuskrip Kitab Taurat : Minyak Zaitun banyak digunakan dalam ritual agama bangsa Yahudi.

Demikian pula di didalam hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , beliau bersabda,”Hendaklah kalian menggunakan minyak zaitun sebagai lauk dan buatlah ia sebagai minyak oles, karena ia (minyak zaitun) berasal dari pohon yang diberkahi.” (HR Abu Daud, disebutkan dalam Shahihul-Jami’ no 4921 dan menurut Syaikh Al Albani ini merupakan hadits shahih).

Dalam Injil Yehezkiel 47:12, Allah berbicara tentang pohon Zaitun : “Buah dari padanya akan menjadi daging, dan daun daripadanya untuk obat.”

Ekstrak daun teh zaitun untuk Pengobatan Cancer Cervix dan banyakpenyakitlainnya

Keterangan: leher rahim adalah bagian bawah rahim, tempat di mana bayi tumbuh selama kehamilan. Serviks Kanker disebabkan oleh beberapa jenis virus yang disebut papillomaviruses manusia ( HPV ). Kebanyakan tubuh perempuan mampu melawan infeksi HPV. Tapi kadang-kadang virus mengakibatkan kanker. Anda berisiko lebih tinggi jika Anda merokok, memiliki banyak anak, menggunakan pil KB untuk waktu yang lama, atau infeksi HIV. Serviks Kanker mungkin tidak menimbulkan gejala apapun pada awalnya, tetapi kemudian, Anda mungkin memiliki sakit panggul atau pendarahan dari vagina. Dokter dapat menemukan sel abnormal dengan melakukan tes Pap – memeriksa sel dari leher rahim di bawah mikroskop. Dengan mendapatkan Pap Smear secara teratur dan pemeriksaan panggul Anda dapat menemukan dan mengetahui perubahan sel sebelum berubah menjadi kanker. Radikal bebas telah didakwa sebagai penyebab utama dari berbagai penyakit berbahaya.
Kandungan Flavonoid dan Oleuropein dalam pohon Zaitun (Olea europaea) ekstrak daun sangat signifikan. Aktivitas antioksidan dari pohon Zaitun (Olea europaea) ekstrak daun hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan lainnya yang digunakan umumnya antioksidan seperti Selenium dan vitamin E . Bahan kandungan pohon Zaitun (Olea europaea) ekstrak daun menunjukkan aktivitas scavenging radikal jangka panjang dan spektra EPR adalah dicatat pada waktunya untuk mengikuti kinetika reaksi. Pohon zaitun (Olea europaea) ekstrak daun dapat digunakan dengan keyakinan untuk mengobati Kanker serviks bersama dengan perawatan konvensional lainnya dengan agen kemoterapi.

Petunjuk Untuk Penggunaan:
Rebus 50 Gram daun Zaitun ( Var. Olive Mission , memiliki kandungan Oleuropein paling tinggi ) dalam 250 ml air selama 30 menit. Saring dan minum 15 ml ekstrak dua kali sehari selama enam bulan.. Prognosis Kanker Serviks adalah sangat membaik dalam enam bulan pengobatan dengan pohon Zaitun (Olea europaea) daun ekstrak.

Tidak ada efek samping dilihat dengan pohon Zaitun (Olea europaea) ekstrak daun untuk mengobati Kanker Serviks.

Hasil yang Diharapkan:
Sebuah perbaikan yang signifikan dalam prognosis kanker serviks terlihat dalam enam bulan suplementasi dengan ekstrak daun pohon Zaitun (Olea europaea) , hasil yang diharapkan Dalam: 6 bulan pengobatan.

Para ilmuwan juga telah mengidentifikasi sebuah senyawa baru yang berasal dari asam oleanolic daun zaitun yang melindungi terhadap perkembangan kanker hati pada hewan laboratorium.. Baik Hati dan kanker payudara telah diidentifikasi sebagai menanggapi daun zaitun. Hal ini menunjukkan secara khusus efektif dalam mencegah kanker dengan hubungan yang kuat untuk inflamasi, seperti liver, usus besar, prostat, dan kanker lambung.

Sebuah versi dari asam oleanolic, ditemukan dalam daun zaitun, secara signifikan mengurangi pertumbuhan tumor hati pada hewan laboratorium, menurut peneliti dari Johns Hopkins University dan Dartmouth Medical School.

Dalam studi mereka, penggunaan dalam jumlah kecil dari ekstrak daun zaitun, disebut triterpenoid analog CDDO-Im, menghasilkan penurunan dari 85 persen lebih besar dalam volume tumor hati, dengan dosis yang lebih besar menghasilkan pengurangan 99 persen.

“Bahkan pada dosis rendah, CDDO-Im menginduksi sel melindungi gen, menghambat kerusakan DNA oleh aflatoksin dan dramatis pengembangan blok tumor hati,” menurut Melinda Yates dari Johns Hopkins University dan penulis utama studi tersebut.

Percobaan, dipimpin oleh para peneliti di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, menunjukkan CDDO-Im menjadi efektif pada dosis 100 kali lebih rendah dari senyawa lainnya yang dikenal untuk mencegah kanker pada manusia. Kesimpulanya, para peneliti percaya CDDO-Im dapat sangat efektif dalam mencegah kanker dengan hubungan yang kuat untuk peradangan, seperti hati, usus besar, prostat, dan kanker lambung.. Hal ini juga bisa berperan dalam mencegah penyakit seperti neurodegeneration, asma dan emphysema.

Extrak Daun zaitun untuk pengobatan kanker payudara
Hasil Laboratorium menunjukkan bahwa asam oleat secara dramatis memotong ekspresi gen yang terlibat dalam perkembangan kanker payudara telah diakui sebagai sebuah terobosan besar dalam memahami manfaat diet Mediterania. Dan tidak mengherankan jika dalam kitab suci , Alquran ,Injil, Zabur dan Taurat ,Tuhan telah menjelaskan manfaat besar Pohon Zaitun untuk kehidupan dan kesehatan Manusia sejak ribuan tahun yang lalu.

By:www.naturenutiens.com
Dalam era kehadiran dadah dan ubatan suplemen kesihatan sintetik di kaunter jualan pada hari ini , seringkali kita terlepas pandang kepada sumber penawar berkesan seperti dedaunan zaitun yang telah wujud sejak beribu tahun lamanya.

Dalam cerita silam mengenai Bahtera Nabi Noh, seekor merpati telah dikirim sebagai utusan untuk meninjau petanda kehidupan terawal di bahagian bumi yang dilanda petaka banjir.

Petanda awal yang ditemui adalah daunan zaitun baru dipetik segar. Pohon zaitun adalah satu daripada tumbuhan, paling banyak dimanfaat dalam sejarah ketamadunan silam; kayunya dimanfaatkan sebagai balak sementara buahnya diproses untuk menghasilkan minyak bernilai tinggi.

Hari ini, telah diketahui umum bahawa minyak zaitun merupakan salah satu antara minyak paling berkhasiat di mukabumi ini.

Jangka hayat pohon zaitun lebih panjang berbanding mana-mana pohon berbuah lain di atas planet ini. Dedaunan pohon zaitun mengandungi kompaun-kompaun (sebatian-sebatian) yang memungkinkan pohon ini hidup melebihi 1000 tahun lamanya. Ia mampu bertahan hidup dalam cuaca ekstrem panas mahupun sejuk, ketika kemarau, juga rentan terhadap serangan serangga-serangga perosak, virus-virus dan bakteria.

Penyelidikan saintifik telah membuktikan terdapat sekitar 100 kompaun-kompaun (sebatian-sebatian) semulajadi yang wujud di dalam dedaunan segar pohon zaitun.

Kompaun-kompaun (sebatian-sebatian) semulajadi ini bukan sahaja menghasilkan makanan kepada pepohonan zaitun malah berpadu tenaga mempersiapkan tanaman dengan sistem pertahanan cukup bertenaga di sepanjang tahun.

Sistem pertahanannya yang sangat bertenaga membolehkan pepohonan zaitun hidup lebih lama berbanding mana-mana pepohonan buahan lain di atas mukabumi!

Masyarakat purba Mesir kemungkinannya adalah masyarakat terawal yang memanfaatkan penggunaan dedaunan zaitun. Mereka menganggap dedaunan zaitun sebagai sumber kekuatan surgawi. Dengan berpegang kepada kepercayaan tersebut, mendorong mereka untuk mengekstrak minyak zaitun dan memanfaatkannya untuk memuniakan raja-raja mereka yang telah mangkat.

Lain-lain kebudayaan mendapati dedaunan zaitun lebih bermanfaat bagi mereka yang bernyawa daripada yang telah mati. Lebih berkurun lamanya, telah wujud pendokumentasian bahawa dedaunan zaitun merupakan herba penawar terkenal dalam melawan deman.

Penyelidikan telah mengusulkan yang kompaun-kompaun (sebatian-sebataian) “pertahanan” daripada dedaunan segar pohon zaitun cukup berpotensi dalam meningkatkan kesihatan manusia.

Kompaun-kompaun (sebatian-sebataian) ini termasuklah kumpulan anti-oksida polifenolik yang amat bertenaga.

Kumpulan anti-oksida ini mempertahankan sel-sel kita daripada serangan dan kerosakan radikal-radikal bebas. Ia juga membantu menghalang penyakit-penyakit degenaratif seperti penyakit jantung dan kanser, selain memperlahankan proses penuaan.

Kumpulan anti-oksida juga telah dikaji pada spektrum lebih luas dalam fungsi-fungsinya. Ini termasuklah dalam aktiviti merendahkan tekanan darah, anti-peradangan, anti-trombotik dan juga aktiviti anti-mikrobial terhadap pelbagai jenis virus, bakteria dan yis (kulat).

Kajian-kajian yang dijalankan baru-baru ini, menunjukkan cairan daripada ekstrak minyak zaitun daripada dedaunan segar pohon zaitun mengandungi sehingga lebih 40 kali antioksida berbanding dengan minyak zaitun dara, ekstra yang terbaik.

Ekstrak dedaunan zaitun segar juga mempunyai 5 kali lebih banyak kuasa antioksida berbanding dengan Vitamin C, 28 kali lebih banyak kuasa antioksida berbanding jus Noni dan 6 kali lebih banyak berbanding dengan jus Goji.

Hari ini para saintis juga telah membuat penemuan mengenai kompaun (sebatian) pahit di dalam dedaunan pohon zaitun yang dikenali sebagai Oleuropin (Oleuropein).

Dalam banyak-banyak manfaatnya, Oleuropin bila diambil akan berfungsi dalam tubuh kita dalam menentang bermacam-macam penyakit penyebab virus, yis, fungsi dan bakteria berbahaya.

Pada tahun 1960an para penyelidik Itali melaporkan yang Oleuropin mampu merendahkan tekanan darah pada haiwan. Penemuan ini mencetuskankan minat meruap-ruap terhadap dedaunan zaitun. Lain-lain penyelidik Eropah juga mengesahkan penemuan ini. Dalam penemuan lain mereka juga mendapati Oleuropin juga meningkatkan aliran darah di dalam arteri-arteri koronari, melegakan aritmia dan mencegah spasma (kekejangan otot) usus. Para penyelidik tersebut tidak lama kemudian membuat kepastian bahawa kandungan aktif di dalam Oleuropin merupakan unsur yang dipanggil sebagai asid elenolik

Pada akhir tahun 1960an para penyelidik Amerika mendapati yang asid elenolik ini merencatkan pertumbuhan virus-virus. Antara lain, ia didapati meredakan aktiviti varieti virus-virus yang berkaitan dengan selsema biasa pada manusia. Ujian-ujian makmal pada masa ini lebih membuktikan asid elenolik bukan sahaja member kesan terhadap virus-virus, malah bakteria dan juga protozoa-protozoa berparasit.

Penyelidikan dan minat terhadap ekstrak dedaun zaitun kemudiannya terus maju kehadapan (lebih jauh lagi). Di bawah ini beberapa penemuan yang paling terbaru:

• Dalam satu siri eksperimen, Oleuropin didapati melakukan proses pentakaftifan bakteria. Ini rupanya dilakukan dengan pelarutan (pencairan) garisan luar mikrob-mikrob.

• Di Fakulti Farmakologi Sains Universiti Milan, para penyelidik mendapati yang Oleuropin merencatkan pengoksidaan lipoprotein berdensiti-rendah (berkepadatan-rendah), yang dikenali sebagai “kolestrol merbahaya” yang terlibat dengan penyakit jantung dan arteri.

Ini mungkin mendorong kepada pengurangan dalam pengoksidaan kolesterol merbahaya dan juga memperlahankan kelajuan pengumpalan platelet-platelet darah yang boleh membawa kepada proses penggumplan (pembekuan) merbahaya.

• Di Universiti Granada di Sepanyol, ahli farmakologi telah membuktikan yang ekstrak dedaun zaitun akan menyebabkan relaksasi (pengenduran) pada dinding-dinding arteri pada haiwan-haiwan di makmal.

Keputusan-keputusan tersebut mencadangkan kepada pemanfaatan ekstrak dedaun zaitun dalam menangani masalah hipertensi, iaitu kesan pertama yang telah dinyatakan oleh para penyelidik lebih 30 tahun yang lalu.

• Di Tunisa, para penyelidik mendapati yang cecair ekstrak dedaunan zaitun mengurangkan masalah hipertensi, tahap gula darah dan tahap-tahap asid urik di dalam rodensia.

Penemuan ini sekali lagi membuktikan potensi esktrak dedaun zaitun di dalam rawatan hipertensi, juga penyakit kencing manis dan jantung. Peningkatan dalam tahap asid urik juga merupakan faktor berisiko kepada penyakit jantung.

Selama berkurun lamanya masyarakat Mediterranean juga telah memanfaatkan khasiat daripada dedaunan segar pohon zaitun sebagai khasiat penyembuhan.

Penyelidikan baru-baru ini mula membongkar potensi sepenuhnya produk terapeutik yang menakjubkan ini. Dan manfaat-manfaat kesihatan Ekstrak Semulajadi Daun Zaitun ini telah diterbitkan secara meluas di seluruh dunia.

Ekstrak Dedaun Zaitun Orifera 100% semulajadi merupakan makanan tambahan dengan pelbagai kegunaan. Tiada produk herba lain yang diketahui mampu mempamirkan keunggulannya dalam spektrum lebih luas seperti yang ditunjukkan oleh ekstrak dedaun zaitun. Ini terutamanya di dalam pemanfaatannya sebagai anti-mikrob dan lain-lain manfaat kesihatan.

Apa Yang Diperkatakan Oleh Kalangan Profesional

Dr James R Privitera, MD, seorang ahli Fizik di Covina, Calofornia, mula menggunakan Ekstrak Dedaun Zaitun di awal tahun 1995. Beliau berkata ” Saya fikir kita baru saya mula menggores pada lapisan luar yang kelihatannya seperti herba unik yang amat bernilai dengan pelbagai kegunaan/pemanfaatan.

Kita terus mendengar daripada para pesakit, berkenaan manfaat-manfaatnya yang terbaru dan tidak disangka-sangka. Walaupun kita belum lagi mempunyai perspektif jangka panjang, keputusan-keputusan klinikal peringkat awal amatlah positif.

Dr Phil Selinsky daripada Institut Bagi Pembelajaran Holistik di Santa Barbara, California melaporkan, ”beberapa orang pesakit telah memberitahu saya yang Ekstrak Dedaun Zaitun menghilangkan jangkitan (infeksi) pergigian mereka dalam masa beberapa jam sahaja. Tindakbalasnya agak hebat.”

Arnold Takemote seorang Ahli Biokimia melaporkan, ”Ia (Ekstrak Dedaun Zaitun) yang pastinya mempunyai kuasa, terutamanya terhadap virus-virus yang lebih kukuh (kental)! Ia memenuhi ruangan yang kita belum pernah mampu mengisinya sebelum ini. Ia memberi kita peralatan baru yang berkesan.”

Keadaan Keputusan
Tekanan Darah Tinggi Membantu merendahkan tekanan darah tinggi dan mengurangkan risiko penyakit kardiovaskular.
Usus-usus Membantu mencegah spasma (kekejangan otot) usus.
Jangkitan-jangkitan Kuman Oleuropin mempunyai kesan-kesan antibakteria bertenaga.
Virus-virus selsema Merencatkan pertumbuhan virus-virus yang berkaitan dengan deman selsema dan flu (selsema).
Parasit-parasit Menentang serangan parasit-parasit & protozoa
Radikal-radikal bebas Mengandungi rangkaian antioksida-oksida yang agak luas dan luarbiasa tinggi yang melindungi daripada kerosakan radikal-radikal bebas
Tahap-tahap gula darah yang tinggi Merendahkan kandungan gula darah pada pesakit-pesakit kencing manis (diabetes)
Gout Membantu mengurangkan tahap-tahap asid urik dan masalah-masalah gout
Pembengkakan Nodus Limfa Mengurangkan pembengkakan Nodus Limfa
Herpes dan Kurap Membantu menyingkirkan virus-virus herpes dan kurap
Arteritis Boleh Membantu melegakan kesakitan sendi-sendi dan arteritis reumatoid
Deman Malaria dan Denggi Membantu dalam rawatan jangkitan-jangkitan deman malaria dan denggi
Jangkitan-jangkitan Yis Vagina Melawan jangkitan-jangkitan yis vagina.

Berdasarkan ujian makmal, kalsium elenolik di dalam Oleuropin didapati membunuh virus-virus dengan menganggu proses-proses penghasilan asid-asid amino tertentu.

Ini menghalang virus daripada gugur, membiak (bertunas) atau berkumpul pada membran-menbran sel.

Kajian menunjukkan yang kompaun (sebatian) ini mempunyai keupayaan untuk menembusi sel-sel perumah yang telah dijangkiti dan tanpa boleh terpulih lagi akan merencatkankan replikasi (penghasilan semula) virus.

Di dalam retrovirus, kompaun (sebatian) ini akan meneutralkan penghasilan enzim transkripsi (transcriptase) terbalik. Adalah dipercayai juga ia turut akan menutralkan enzim protease.

Enzim-enzim ini amat mustahak kepada retrovirus seperti HIV iaitu dalam mengubah sel-sel sihat RNA.

Para penyelidik di Eropah telah menyiasat kandungan Oleuropin dan berpendapat ia melakukan pentaktifan ke atas bakteria dengan melarut (mencairkan) lapisan luaran mikrob-mikrob.

Kajian-kajian lebih terbaru pula menunjukkan Oleuropin dilihat mampu melindungi lipoprotein berdensiti-rendah (berkepadatan-rendah) daripada pengoksidaan , lantas melindungi sistem kardiovaskular daripada kerosakan radikal-radikal bebas.

Ekstrak semulajadi dedaun zaitun ini dilihat amat berkesan sebagai pembina sistem imun (pertahanan diri) dengan terus merangsang penghasilan fagosit (phagocyte).

Ia juga mengandungi flavinoid-flavinoid dan ester yang membentuk struktur kompleks di mana organisma mikro yang telah dijangkiti tidak mampu untuk membina pertahanan terhadapnya.

Kajian keselamatan ke atas kalsium elenolik daripada Oleuropin telah diuji di makmal ke atas haiwan dan diterbitkan oleh Syarikat Upjohn pada tahun 1970. Kajian telah membuat kesimpulan yang walaupun diambil dalam dos-dos beberapa ratus kali lebih tinggi daripada dicadangkan, tiada toksid atau lain-lain kesan sampingan tidak diingini akan muncul.

Tiada kajian-kajian yang diketahui, telah dijalankan berkaitan dengan kesannya terhadap ibu-ibu mengandung atau yang menyusukan. Tiada kajian juga yang diketahui mengenai perkaitan antara Ekstrak Dedaun Zaitun dengan lain-lain kajian farmaseutikal yang telah dijalankan.

Terdapat juga mereka yang pada awal pengambilannya mengalami apa yang dikenali sebagai Kesan Herzheimers. Ini merupakan reaksi detokfikasi dan bukannya tidakbalas terhadap produk.

Sekiranya wujud mana-mana simptom ini- kelesuan, diarea (cirit-birit), sakit kepala, sakit otot dan sendi atau simptom-simpton seperti selsema, kurangkan amaun pengambilan dan minyak banyak air sehingga badan mampu menyingkirkan sisa-sisa toksin. Kebanyak individu tidak mengalami kesan-kesan sebegini.

Ekstrak Dedaun Zaitun Orifera diperbuat terus daripada dedaunan zaitun yang dipetik segar.

Dedaunan segar dipilih, dituai dan diekstrak dalam masa cuma beberapa minit setelah dipetik bagi mengelakkan sebarang kemerosotan mutunya.

Kompaun-kompaun (sebatian-sebatian) akti-oksida di dalam dedaunan zaitun boleh menjadi rosak dan hilang keberkesanannya bila terdedah kepada suhu, cahaya dan udara yang keterlaluan.

Kompaun-kompaun (sebatian-sebatian) ini akan mula merosot bila dedaunan mula dituai. Justru pemantauan terhadap masa teramat penting.

Tiada aktiviti penyimpanan (penstoran) pengeringan atau kerosakan kepada dedaunan akan dibiarkan berlaku semasa proses pengekstrakan kami. Ini bagi memastikan kompaun-kompaun (sebatian-sebatian) semulajadi utama dedaun seperti oleuropin,hidrosiltirosol (hydroxytyrosol) asid kafeik (caffeic), tirosol dan sebagainya terus dikekalkan untuk memberi keberkesanan maksimum.

Tidak seperti beberapa ekstrak dedaun zaitun yang lain, ekstrak kami tidak diperbuat daripada dedaunan yang telah menjalani pengdehidratan atau pengeringan beku, serbuk-serbuk dibancuh semula atau serbuk-serbuk pemangkin tiruan Oleuropin.

Ia diperbuat sepenuhnya daripada dedaunan zaitun yang segar dan masih hijau. Ini bagi memastikan kandungan semulajadi utamanya adalah mudah diperoleh dengan ketersediaan-bionya. Tiada kimia-kimia bertoksid digunakan di dalam penyediaan ekstrak dedaun zaitun kami.

Oleh sebab itu, anda boleh pastikan yang Ekstrak Dedaun Zaitun Orifera adalah berkualiti terbaik, 100% asli, diperbuat daripada dedaunan segar dan kaya dengan pelbagai kompoun-kompaun (sebatian-sebatian) asli dari anugerah alam.

Tambahan pula ia tidak mengandungi perasa tiruan, pewarna, bahan pengawet, alkohol, gula, laktos, kanji, yis, gluten ataupun produk-produk haiwan.

Tulisan di atas diambil dari berbagai sumber,anda dapat mencarinya melalui browsing.  Di ANGEL NURSERRY,mencoba mengkultur atau membudidayakan pohon Zaitun. Meski sampai hari ini belum berhasil,namun nurserry ini sudah dapat menjual pohon zaitun ukuran 1 meter lebih.  Biasanya harganya antara Rp.550.000 sampai Rp.6oo.000,dapat dipesan melaui nomor 089638140473.  Selain itu Agriprosfec2020-mitra tani juga sudah menjual pohon yang banyak kasihatnya ini.

Share:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
  • Live
  • Twitter

Alpukat Jumbo Hawaii

KOMPAS.com - Dahulu, jenis alpukat paling populer dibudidayakan masyarakat Indonesia adalah alpukat mentega yang rasanya manis. Tapi, saat ini tren ini bergeser. Kini varietas alpukat Hawaii yang meroket.

Salah satu pionir pembudidaya alpukat Hawaii ini adalah Prakoso Heryono. Pemilik Satya Pelita Nursery di Demak itu sudah mengembangkan alpukat Hawaii sejak sembilan tahun lalu. Kini, ia memiliki sekitar lima pohon.

Menurut Prakoso, selain lebih manis, ukuran alpukat Hawai jumbo juga jauh lebih besar dibanding jenis lain. Berat satu buah bisa mencapai 2 kilogram (kg), tiga kali lipat lebih alpukat biasa. Tekstur daging buah ini juga lebih padat, tapi tetap lunak ketika digigit.

Dengan berbagai keunggulan itu, alpukat jenis ini dijual Prakoso seharga Rp 25.000-Rp 30.000 per butir. Ini harga premium. Sekadar perbandingan, harga jual alpukat biasa saat ini hanya Rp 10.000 per kg isi sekitar 3 butir.

“Permintaan dari Jakarta dan Surabaya ke tempat saya mencapai empat kuintal per bulan. Tapi saya baru bisa memenuhi dua kuintal setiap kali panen,” ujar bapak 52 tahun ini.

Prakoso bukannya tak mau meningkatkan produksinya. Saat ini, Prakoso memilih lebih fokus menjual bibit alpukat Hawaii. Sebab, permintaannya sangat tinggi. “Saya juga ingin varietas ini dapat dibudidayakan secara massal,” ujarnya.

Untuk satu bibit setinggi 50 cm dengan usia 7 bulan, Prakoso mematok harga Rp 150.000. Ini hampir 10 kali lipat harga bibit alpukat mentega. Dalam setahun, Prakoso bisa menjual 500 bibit alpukat Hawaii jumbo senilai Rp 75 juta. Ia meraup margin laba di atas 50 persen. Selain berbisnis bibit alpukat, ia juga menjual bibit tanaman eksotis lain. Prakoso juga mempunyai beberapa perkebunan.

Oh, iya, buat yang belum tahu, Alpukat merupakan tanaman yang tumbuh di ketinggian medium, antara 200-1.200 di atas permukaan laut. Soalnya, tanaman ini tidak butuh banyak air.

Pohon akan mulai berbuah setelah 3,5 tahun. Empat tahun pertama, buahnya masih sedikit, kira-kira 20 butir saja. Setelah itu, dalam setiap tahun, jumlah buahnya akan meningkat 20 persen sampai 30 persen.

Pertumbuhan jumlah buah akan berhenti di usia pohon 7 tahun. Sampai usia itu, panen per pohon bisa mencapai dua kwintal.”panen alpukat bisa dua kali setahun,”kata Prakoso (Aprilia Ika/Kontan)

*)ANGEL NURSERRY,yang beralamat di Griya Soka, Bogor Raya sebagai agen pemasaran tanaman buah,telah mengirim tanaman ini ke berbagai daerah,sehubungan dengan tingginya permintaan pasar dan potensi untuk di kebunkan (CP: 089638140473)

Jaboticaba

Jaboticaba atau disebut juga Anggur Brazil, karena konon katanya berasal dari sono (Brazil). Walau disebut anggur, tapi jangan dikira pohonnya menyerupai anggur yang selama ini kita kenal. Jaboticaba memiliki batang cukup kokoh dengan pencabangan banyak. Buahnya muncul dibatang, sebelum matang berwarna hijau, setelah matang berwarna ungu kehitaman dengan daging putih bersih menyerupai anggur hitam. Buah jaboticaba sepintas juga menyerupai buah Kupa atau Gowok. Dari literatur disebutkan bahwa Jaboticaba dapat tumbuh di ketinggian 0 sd. 1000 mdpl.

Satu hal yang istimewa dan unik dari Jabotikaba adalah rasanya, pada sembilan hari menjelang matang, diawali dengan rasa jambu biji, esoknya rasa manggis, dan berubah lagi jadi rasa leci di hari ke tiga. Pada hari keempat dan kelima menjadi rasa markisa dan srikaya. Hari keenam sampai delapan berubah lagi jadi rasa anggur. Dan pada saat matang sempurna, rasanya jadi manis dengan aroma harum.

Di ANGEL NURSERRY,tersedia berbagai ukuran tanaman bibit,dari ukuran 30cm,70cm,100cm,150cm(umumnya sudah berbuah) dan 200cm ke atas. Pohonnya sudah bisa berbuah pada usia 4-5 tahun karena dari tanaman biji. Karena perbanyakan melalui cangkok dan stek belum berhasil dibuat,ada beberapa orang coba melakukan sambung susu dan perbanyakan dengan kulutr jaringan.

Harga buah jaboticaba dipekebun mencapai Rp.100.000, masih mahal tapi juga karena buah ini banyak mengandung zat gizi yang berbeda dari buah lain,sehingga dapat digunakan sebagai antioksidan dan pencegah kanker. Buahnya sudah banyak dicari sebagi obat herbal

pohon cemara

Pohon cemara banyak digunakan untuk tanaman hias dan mudah perawatannya.  Selain digunakan untuk hiasan pada taman rumah,kantor,landscape,juga bisa digunakan sebagai tanaman pelindung dan berguna untuk reboisasi,sehingga manfaatnya sangat banyak.  Biasanya orang mulai tanam pohon ini di tanah pada saaat tinggi pohon minimal 1 meter.  Jenis cemara sangat banyak;cemara angin (berbunyi saat tertiup angin),cemara embun,cemara inoki,cemara krisbom,cemara perak,cemara balon,cemara kipas, cemara lilin,cemara malalika,cemara casmarina,cemara pua-pua,dan yang paling mahal karena sering dijadikan bonsai adalah cemara udang.  di ANGEL NURSERRY,rata-rata dijual dibawah seratus ribu,ukuran 1 meter,kecuali cemara malalika,casmarina,dan tentunnya cemara udang.

cinta bersama waktu

CINTA BERSAMA WAKTU

Bersama dengan orang yang paling kucintai

Suatu ketika terjadi gempa yang besar yang menimpa kota itu sehingga banyak bangunan yang runtuh. Lalu disusul gelombang tsunami  yang besar yang menambah banyak kerusakan di kota. Banyak orang yang mati dan terhanyut atau hilang.

CINTA, yang selamat gemetaran duduk di sebuah atap sebuah rumah. Matanya nanar memandang banyak korban yang hanyut di depannya. Suasananya begitu mengerikan dan mencekam, di tambah lagi hujan yang turun rintik-rintik. Dia tidak tahu apakah dia bisa diselamatkan. Arus air semakin deras dan banyak benda-benda yang menabrak rumah yang didiami atapnya olehnya.

Dari kejauhan ia melihat beberapa orang sedang mendayung perahu. Entah dari mana orang-orang itu, tapi kelihatannya mereka sedang memilih orang untuk diselamatkan segera. Tidak semuanya bisa ikut perahu mereka,hanya beberapa saja. Tampaknya untuk bisa diselamatkan dan naik ke atas perahu itu perlu memenuhi beberapa persyaratan yang mereka ajukan.

CINTA melambai-lambaikan tangannya meminta perhatian dan berharap ada perahu yang mendekatinya.  Dia sangat ketakutan dan ingin segera keluar dari suasana yang mencekam itu.  Apalagi dia sudah tak tahan melihat banyak mayat yang hanyut terbawa air.  Dia semakin ngeri, takut kalau rumah yang ditumpanginya itu juga ikut roboh atau terbawa hanyut.  Apalagi dia duduk sendirian di atas atap itu.  Dia gelisah dan takut sekali.

Seseorang dengan perahunya mendekati.

“Tolonglah aku,” Kata CINTA.

Orang itu mendekati dan malah bertanya kepadanya, ”Siapakah engkau?”

“Aku CINTA.”

“Oh…kamu yang namanya CINTA? Boleh,boleh saja kamu menumpang perahuku dan kuselamatkan asal kamu mau tinggal bersamaku.”

“Maksudmu apa?”

“Namaku KEBENARAN. Kalau kamu mau diselamatkan kamu harus tinggal bersamaku, kalau kamu tidak mau aku tak dapat berbuat apa-apa dan tak dapat menolongmu.”

CINTA berfikir sejenak, ia ragu-ragu, ”Seberat itukah persyaratannya?”

“Ya.”

“Tapi aku belum bisa tinggal bersamamu.”

“Kenapa?  Karena kamu sebenarnya bukan CINTA kan?”

“Tidak.  Ini aku CINTA.  Aku tidak bohong.  Sungguh.”

“Kalau begitu jelaskan kepadaku siapa dirimu itu!”

“Aku…Aku…CINTA,” Kata CINTA ragu-ragu.  ”Aku lahir dari Tuhan. Siapa yang mengenal Tuhan pasti mengenal aku. Siapa yang tidak mengenal aku dia pasti tidak mengenal Tuhan yang menciptakan aku.  Aku bukanlah penipu, aku adalah kejujuran. Akulah yang membuat orang sabar menanggung segala sesuatu, yang membuat orang setia, yang membuat orang memaafkan, yang membuat orang berlaku sopan dan tidak berbuat yang tidak senonoh.  Aku membuat orang juga kuat menanggung segala sesuatu.  Bahkan tanpaku, dunia ini akan menjadi kacau.”

“Tapi itukah yang selama ini kau lakukan?”

“Tidak. Karena aku dan BENCI seperti sebuah koin, saling berdampingan. Padahal kebencian seharusnya tak ada sama sekali padaku. Aku juga telah membuat kekeliruan, namaku dipakai orang untuk berbuat tidak senonoh, berzinah, menjadi pendusta dan pendosa. Sama seperti banyak orang memakai nama Tuhan untuk membunuh, demikian juga banyak orang memakai namaku untuk saling membenci. Padahal aku bukanlah seorang pencemburu. Aku bukanlah kegelapan. Tapi…banyak orang yang mati, sakit hati, gila dan sakit karena aku.”

“Apalagi yang kau tahu tentang dirimu?”

“Aku seharusnya pencinta damai, tapi aku lebih banyak menimbulkan pertengkaran. Aku seharusnya membuat hidup semakin indah, tapi semakin banyak orang yang saling membenci karena aku.  Aku seharusnya tidak pernah menuntut, menerima segala sesuatu apa adanya, tapi aku telah membuat orang saling menghakimi dan egois.”

“Hahahaha…” KEBENARAN tertawa, ”Itulah sebabnya aku melihat banyak anak lahir tanpa  mengenal siapa bapaknya, karena engkau tidak tinggal di dalam aku. Anak-anak muda terjun dalam dunia seks bebas dan perselingkuhan terjadi dimana-mana, dan kau tahu mereka memakai namamu untuk melakukan semuanya itu. Hahahaha…”

“Ya, seharusnya aku dapat memisahkan diri dari semuanya itu. Aku adalah terang, bukan kegelapan. Aku pembawa kedamaian, bukan keonaran.  Aku bukanlah daya tarik seks, aku bukanlah asmara dan aku juga tak dapat disamakan dengan apapun di dunia ini.  Aku tidak mementingkan materi, tapi aku ini seorang yang pengertian.  Segala sesuatu akan berakhir tapi aku tak berkesudahan, aku ini kekal adanya.”

“Baguslah kalau kau menyadari siapa dirimu, tapi aku tak dapat membawamu sekarang karena kamu tidak tinggal di dalamku. Suatu saat bila kamu mau berkomitmen tinggal denganku, aku akan datang lagi untuk menyelamatkanmu.”

“Tapi…tolonglah aku sekarang. Air sudah semakin tinggi, mungkin aku akan mati.”

“Kau memang sudah mati.  Kau bukan dirimu lagi.”

KEBENARANpun berlalu meninggalkan CINTA yang termenung sendirian memikirkan nasibnya. CINTA semakin takut, apalagi hujan semakin deras, aliran air semakin deras, petir dan halilintar saling sabung menyabung. Hari menjadi semakin gelap. Dan CINTA tak mungkin tinggal dalam kegelapan, dia tidak cocok tinggal di tempat seperti itu. CINTA menyukai tempat yang terang dan indah dan tak mau terlibat dengan kejahatan malam.

Entah berapa lama CINTA merenungi jalan hidupnya. Dia menangis karena telah kehilangan jati dirinya.  Selain bencana yang sedang terjadi, kali ini ia juga takut kalau dirinya sudah tidak dikenal lagi oleh dunia, karena dia telah mencemari dirinya dengan hal-hal yang berbau duniawi. Padahal sejak semula ia tahu, bahwa ia diciptakan oleh Tuhan,bersama-sama dengan Tuhan bahkan Tuhan sendiri yang telah menyimpan dia didalam hatiNYa.  Dan ia paham betul mengapa Tuhan menciptakannya.

“Hai CINTA, sedang apakah engkau?” Seseorang lewat dan menanyainya.

CINTA terkejut dan menjawab, ”Aku sedang sedih, siapakah engkau? Maukah menyelamatkanku?”

“Aku adalah PENGHARAPAN. Aku selalu menyelamatkan siapa saja yang mau memilikiku.”

“Bagaimanakah aku bisa memilikimu dan menaiki perahumu?”

“CINTA, kau harus mengenal aku terlebih dahulu sebelum memilikiku. Karena aku, orang masih bisa hidup terus dan berubah.  Aku telah merubah yang miskin menjadi kaya, yang sakit menjadi sembuh, yang buta menjadi melihat.  Aku tak pernah mengecewakan siapapun. Aku seperti sauh yang kuat, tak mudah goyah oleh gelombang dan badai. Siapa saja yang berpegang padaku cita-citanya akan terlaksana, tak peduli apapun keadaan orang itu.  Akulah pemberi semangat hidup.  Karena itu aku dikenal sebagai PENGHARAPAN.”

“Apakah aku telah memilikimu?”

“Seharusnya Iya.”

“Mengapa?”

“CINTA, selama ini kamu telah tersesat jauh, sampai-sampai kebenaran tidak ada lagi padamu.  Bahkan kamu hampir tidak dapat dipercaya lagi untuk menyelamatkan dunia. Orang malah berkata CINTA itu buta, mengenaskan sekali!  Kalau kamu buta siapakah yang akan menuntunmu?  Bukankah engkau yang harus menuntun jalan setiap orang?”

CINTA semakin terpuruk saat PENGHARAPAN membuka keburukannya.  Padahal semua orang tahu dan duniapun tahu bahwa CINTA tak pernah memiliki keburukan dan kejahatan.  CINTA semakin sedih dan meratapi dirinya.  Tapi dia butuh untuk diselamatkan hari itu.

“Sudahlah…selamatkan sajalah aku.”

“CINTA, aku selalu melewati siapa saja setiap waktu. Aku tak pernah meninggalkan seseorang, kecuali orang itu meninggalkan aku.  Sejak tadi aku selalu lewat dan berharap ada orang yang mau memiliki aku.  Tapi saat ini kau tidak memilikiku, bagaimana aku bisa membawamu dalam perahuku? Begini saja, kalau kamu sudah tersadar bahwa aku ada didalammu barulah aku datang menyelematkanmu.”

“Tapi…”

“Sudahlah…selama aku masih lewat kau tak akan mati.”

CINTA semakin gugup menghadapi kenyataan itu.  Rasa takutnya semakin memuncak.  Ia merasa sendirian kini. Ia berdiri memandang sekelilingnya sejenak. Melemparkan pandangannya sejauh mata memandang.  Bernafas berat dan sesekali terisak.  Lalu duduk lagi sambil merasa ngeri melihat begitu banyaknya korban yang melewati dirinya. Dia tidak tahu, apakah dosa orang-orang yang mati itu lebih besar dari dosa-dosanya. Kalau semua karena dosa, ia semakin takut karena ia telah banyak berbuat dosa.

Semua kesalahannya kini terbayang di benaknya. Namanya telah banyak dicatut orang untuk melakukan kejahatan; ribuan bayi telah menjadi korban aborsi, jutaan perawan telah kehilangan kehormatannya, banyak lagi orang-orang yang menjadi stress dan bunuh diri. Semua karena namanya. Bahkan kecemburuan dan kebencian awalnya karena orang mengenal dia, akibatnya entah berapa banyak akhirnya orang saling membunuh. Sekarang orang mengenal dia sebagai sesuatu yang tidak setia, karena bisa berganti-ganti dan tidak kekal.  Penuh dengan kemarahan dan tidak sabar.  Banyak berdusta dan jauh dari kejujuran. Lebih banyak berbuat yang tidak senonoh daripada dekat dengan kasih dan sayang.

Saat itulah IMAN datang menaiki sebuah perahu. Wajahnya merah, matanya melotot menatapnya.

“Hai CINTA, mengapa engkau hanya diam saja disana!”

CINTA terkejut.

“Aku telah menjadi putus asa karena engkau meninggalkan aku. Sekarang orang tak percaya lagi padaku karena engkau tak didapati di dalamku.  Bahkan aku telah banyak dikritik orang, jadi kehilangan kendali semenjak engkau pergi. Tapi kini kulihat engkau malah diam disitu.”

“Maafkanlah aku, tapi siapakah engkau?  Apakah aku mengenalmu?”

“Akulah IMAN,  yang ditaruh di dalam hati manusia karena engkau.”

“Karena aku?”

“Ya, karena Tuhan memiliki engkau.”

“Apakah aku sejahat yang kau katakana itu?”

“Benar. Gara-gara kamu meninggalkanku, banyak orang memakai agama untuk melakukan kejahatannya, padahal agama ada karena aku. Lihatlah dan dengarlah selalu, banyak orang dengan namaku saling membunuh, berperang, menindas, anarkis dan bahkan lebih mengerikan lagi mereka berteriak menyebut nama Tuhan sambil memenggal kepala orang. Semua itu gara-gara kamu. Gara-gara kamu meninggalkan aku. Namaku menjadi cemar dan menjadi sumber fitnah. Padahal kita semua tahu bahwa Tuhan menciptakan aku supaya ada kedamaian dan ketentraman. Tapi lihatlah…lihatlah…apa yang terjadi. ”Kata IMAN sambil menangis.

“Seburuk itukah keadaannya sejak aku pergi darimu?”

“Ya. Kau harus bertanggung jawab, CINTA!”

“Bagaimanakah aku harus bertanggung jawab, sedangkan aku juga butuh diselamatkan.”

“Kau harus menjadi dirimu sendiri CINTA. Kau harus tinggal dalam kebenaran dan kembali menyucikan dirimu. Jangan menjadi serupa dengan dunia ini dan jangan hidup menurut kata orang. CINTA seharusnya mengubah dunia, bukan diubah oleh dunia.  Jangan cemari kesucianmu dan janganlah engkau terdegradasi lagi.”

“Kalau begitu selamatkanlah aku.”

“Tidak CINTA, kaulah yang harus menyelamatkan aku!”

“Tapi kau yang memiliki perahu itu.”

“Benar. Tapi kalau engkau tidak bisa bersamaku lagi, perahu inipun akan terbalik. Engkaulah yang seharusnya mempunyai perahu untuk menyelamatkan aku dan banyak lagi orang. Aku tak mungkin menyelamatkan kamu. Selamatkanlah dirimu sendiri, lalu selamatkanlah kami. Kami menunggu perubahanmu CINTA.”

IMAN meninggalkan CINTA seorang diri.

Kini CINTA yang menjadi bingung.  Dia harus menyelamatkan IMAN, tapi dia sendiri tak punya perahu untuk melakukannya.  Dia sendiri justru sedang mengalami krisis kepercayaan pada dirinya. Dia butuh diselamatkan, tapi dunia juga butuh dia untuk diselamatkan. Persoalannya menjadi tambah rumit.  Dia tak mengerti, sama sekali tak mengerti mengapa ini harus terjadi pada dirinya.

Dalam kesedihannya ia terus merenung.

Seorang tua dengan perahunya menghampiri CINTA. Lelaki tua itu berambut panjang dan putih, berjenggot dan berkumis, semuanya juga panjang dan putih. Tapi tubuhnya kelihatan masih gagah dan matanya tajam menatap CINTA.

“Siapakah engkau Kek?” Tanya CINTA.

“Akulah permulaan, dan akulah yang akhir. Akulah yang pertama ada waktu dunia diciptakan dan akulah yang terakhir ada waktu dunia dihancurkan. Aku telah mengelilingi dunia sejak dunia ini ada, aku telah menyaksikan segala sesuatu dan aku telah mencatatnya sehingga siapapun yang ingin mengetahui segala sesuatu bisa bertanya padaku. Akulah WAKTU.”

“Kalau begitu tentu engkau mengenal aku, Kek.”

“Ya. Engkau pasti CINTA.  Tapi wajahmu telah banyak berubah, engkau tidak seperti yang dulu lagi.  Apakah yang telah terjadi padamu sehingga engkau menjadi begitu?”

“Entahlah,Kek. Mungkin aku telah minum racun dunia.”

“Hah?  Separah itukah engkau?”

“Bawalah aku untuk melihat diriku yang dulu supaya aku bisa membentuk ulang diriku. Supaya aku tidak disia-siakan dan difitnah banyak orang. Supaya aku menjadi sembuh dan memulai kembali hidupku yang baru.”

“Tapi bukankah KEBENARAN ada padamu? Biasanya engkau selalu bersamanya. KESETIAAN jadi pendampingmu dan IMAN selalu didekatmu. Dimanakah mereka sekarang?”

“Panjang ceritanya. Tapi yang jelas sekarang aku tidak tinggal dalam KEBENARAN lagi, KESETIAAN telah menjadi omong kosong bagiku. IMAN telah kutinggalkan, merana sendirian.  Aku memang bukan yang dulu lagi. Karena itu tolonglah aku, bentuklah aku dari ulang lagi.”

“Naiklah ke perahuku. Aku akan membawaku dari awal sampai akhir dunia ini. Mengelilingi dunia supaya engkau dapat menemukan dan mengembalikan sifat-sifatmu yang hilang.  Mudah-mudahan engaku akan menjadi baik kembali.”

CINTA akhirnya dibawa pergi oleh waktu mengembara mengelilingi dunia.

WAKTU membawanya pada permulaan dia diciptakan. Saat itu dia selalu bersama-sama dengan Tuhan dan dia ada di dalam hati Tuhan. Tuhan mengajaknya untuk menciptakan dunia beserta isinya, semuanya indah.  Dia menemani Tuhan untuk selalu tersenyum bersama. Lalu Tuhan menciptakan manusia dan CINTA yang pada awalnya menjadi milik Tuhan diberikan juga ke dalam hati manusia.

CINTA melihat kedamaian dan keindahan waktu itu.  Dia tersenyum melihat dirinya yang dulu.

WAKTU membawanya dengan cepat dari satu tempat ke tempat yang lain. CINTA kadang menangis, tersenyum, sedih dan kecewa saat melihat dirinya ada dan mempengaruhi manusia di dunia ini.

Sesuatu yang mengerikan terjadi, pembantaian, peperangan, perampasan, pemerkosaan dan berbagai bentuk kekejian yang lainnya terjadi. Dan semua itu terjadi saat CINTA meninggalkan mereka semua. Ternyata tanpa CINTA dunia ini menjadi kacau dan penuh dengan kekejian.  Saat itulah CINTA melihat Tuhan menangis dan menatap CINTA dengan sedih.

Kata Tuhan padanya waktu itu, ”Mengapa engkau pergi? Aku telah memberikan engkau kedalam hati mereka untuk memberikan kedamaian dan mengenal Aku. Tapi ketika engkau meninggalkan mereka, semuanya menjadi kacau dan kekejaman demi kekejaman terjadi.”

CINTA menangis dengan keras menyesali dirinya.

“Janganlah menangis, itu sudah berlalu,” Kata WAKTU sambil membawanya terus.

CINTA juga tersenyum dan haru saat melihat sesuatu juga terjadi dimana ia ada bersama dengan manusia. Ia melihat kesabaran dan kasih banyak orangtua yang setia merawat anaknya walaupun anak itu kadang mengkhianatinya. Banyak kisah percintaan yang dilihatnya saat kesetiaan dan kekuatan CINTA masih ada, kisah Romeo dan Juliet ternyata banyak terjadi dari waktu ke waktu. KESETIAAN dan KEBENARAN ada bersama-sama dengan CINTA waktu itu. Bahkan dia sangat terharu saat melihat seseorang mengorbankan nyawanya sendiri untuk keselamatan orang-orang yang dicintainya.

“Itulah saat-saat indahmu, yaitu saat kau masih hidup dalam KEBENARAN dan KESETIAAN selalu ada padamu. Engkau memiliki kekuatan yang tak ada tandingannya. Engkau sanggup menanggung segala sesuatu, sabar terhadap sesuatu. Aku juga bahagia melihatmu saat itu,” WAKTU mengomentarinya.

Lalu WAKTU membawanya ke tempat yang lain. Disana ia melihat banyak orang yang menyembah Tuhan dengan takut dan khidmat. Mereka semua berusaha menjalankan firmanNya. Tapi sesuatu yang terjadi kemudian membuat CINTA menjerit. Ia melihat orang-orang itu saling  membenci, membunuh, merampas hak orang lain, mengkafirkan orang atas nama Tuhannya. Saat itulah ia melihat Tuhan menutupi wajahNya, tak kuasa melihat ciptaanNya saling menyakiti.

“Itulah saat dimana kau meninggalkan IMAN,” WAKTU menjelaskannya.

“Betapa kejamnya aku…” CINTA meratap.

Setelah dari tempat-tempat seperti itu WAKTU membawanya ke zaman yang lebih modern. Ia sangat terkejut saat namanya dipakai untuk melakukan berbagai dosa. Mengerikan! Ia melihat banyak muda-mudi, orang-orang melakukan hubungan seks diluar nikah atas nama CINTA. Karuan saja CINTA menangis karena merasa difitnah. Berganti-ganti pasangan adalah hal yang biasa untuk mendapatkan CINTA kata mereka.  KESETIAAN tak mereka lakukan, KEBENARAN tak lagi bersama-sama. Akibatnya ia melihat banyak bayi-bayi yang mati karena aborsi, anak-anak yang lahir tanpa orangtua, kebencian, kemarahan, terjadi dimana-mana, bahkan sampai kepada pembunuhan, kali ini memakai nama CINTA.  Sungguh keterlaluan!

“Kurang ajar!  Mereka memfitnah aku!” CINTA menjadi marah.

“Itulah saat dunia telah meracunimu, membuat nilai-nilaimu berubah.”

Orang-orang melakukan hubungan seks dengan menyebutnya “bercinta”, bahkan dalam suatu bahasa disebut dengan “Making love”, membuat CINTA.  “Sialan!” Pikir CINTA, ”Aku tak serendah itu!”

“Hehehehe…” WAKTU  menertawakannya.

“Sekarang bawalah aku ke tempat dimana aku bisa memperbaiki diriku lagi, ”Pinta CINTA kepada WAKTU.

WAKTU mengayuh perahunya dengan segera. Ia menunjukan perbuatan-perbuatan CINTA yang lainnya lagi, tapi CINTA tak mau melihatnya. Ia merasa malu pada dirinya sendiri. Ia merasa dirinya telah cemar. Ia memang bukan yang dulu lagi. Ia harus masuk bengkel. Ia harus mau dibentuk ulang sekarang. Atau kesesatan akan semakin nyata dan membawa dunia pada kehancuran karena tidak ada lagi CINTA yang sejati dan benar di dalamnya. Semua yang tadi dilihatnya lebih banyak kepalsuan dari pada kebenarannya. Duh, malang benar nasib CINTA sekarang.

Entah berapa lama ia bersama WAKTU mengelilingi dunia, sampai akhirnya mereka tiba disebuah pulau kecil yang indah. Disana ia melihat IMAN ditepi pantai menantikannya dengan perasaan rindu. Ada KEBENARAN dan KESETIAAN memakai baju yang putih bersih. DAMAI SEJAHTERA,PENGAMPUNAN, KESABARAN, memakai baju yang bagus-bagus. SUKA CITA dan KEBAHAGIAAN seperti saudara kembar dilihatnya.

“Mengapa mereka semua ada disini?” Tanya CINTA pada WAKTU.

“Mereka semua ingin kembali bersamamu.”

CINTA turun dari perahu dan semua menyambutnya dengan gembira. Mereka saling berpelukan lalu pergi menuju kesebuah tempat yang penuh dengan api yang menyala-nyala. Tiba-tiba CINTA menjadi takut.

“Kita mau kemana?” Tanyanya.

“Katanya kau mau dibentuk ulang, ”Jawab KEBENARAN,” Di tungku itulah kita semua akan dilebur menjadi satu. Memang sangat menyakitkan, tapi itulah cara satu-satunya agar kamu bisa kembali jadi dirimu yang sejak semula.”

CINTA kemudian dibakar di sebuah tungku dan dilebur bersama dengan yang lain.  Entah berapa lama proses situ terjadi. Dibakar dan ditempa, sangat menyakitkan, hampir membuat CINTA putus asa dan ingin mati rasanya.  Tapi saat semuanya selesai CINTA tampak cantik sekali. Ia bersinar seperti emas permata, berkilauan, menyilaukan mata cahayanya.

Tiba-tiba WAKTU datang dan membawanya terbang ke atas gunung yang paling tinggi di dunia. Cahaya CINTA menerangi dunia saat itu. Semua orang memandang ke arahnya dan mereka semua menjadi takjub karenanya. Mereka benar-benar melihat CINTA yang sejati dan murni sekarang.

WAKTU memberinya sehelai kertas yang bertuliskan aksara dan menyuruh CINTA untuk dibacakannya supaya dunia tahu, karena dari sana suaranya dapat di dengar walau sampai ke dalam laut yang terdalam sekalipun.

“Inilah aku, ”Kata CINTA mulai membacakan isi lembaran itu, ”Bahwa aku adalah terang dan kegelapan tak menguasaiku lagi. Aku tidak buta, tapi dapat melihat di tempat segelap apapun. Aku tak melakukan kejahatan, aku selalu memaafkan, aku pengampun. Akulah kesetiaan dan kebenaran. Tidak ada yang lebih sabar dan kuat menanggung segala sesuatu selain daripada aku. Aku tidak berbuat yang tidak senonoh, aku sopan dan santun. Akulah penghiburan dan kekuatan hati manusia. Akulah damai sejahtera dan suka cita. Aku tak membuat orang sakit hati karena aku penyembuh hati, aku tidak membuat orang menjadi benci karena aku tak berteman dengan kebencian. Aku penuh pengharapan dan tidak ada orang yang akan putus asa karena memiliki aku. Nilai-nilaiku sempurna dan tak akan berubah sampai dunia ini berakhir. Sebab walaupun dunia ini berakhir aku tak akan mati, tapi aku ada di surga bersama dengan Tuhan. Dialah yang telah menjadikan aku, aku ada di hatiNYa. Barang siapa mengenal Tuhan ia mengenal aku, tetapi orang yang tidak mengenal Tuhan tidak dapat memiliki aku. Jangan samakan aku dengan materi, seks, kenikmatan dan keindahan dunia. Jangan fitnah aku dengan memakai namaku untuk kejahatan karena Tuhan akan menghakimi kalian.

Tentang IMAN aku berkata, mulai saat ini aku tak akan meninggalkannya lagi. Tak ada orang yang boleh memiliki IMAN tanpa mengakui aku ada di dalamnya. IMAN tanpa CINTA adalah kemunafikan dan kebohongan besar. Jangan memakai nama Tuhanku untuk melakukan kejahatan yang menurut kalian adalah karena IMAN. IMAN tanpa CINTA pasti mati!”

Terkejutlah seluruh dunia saat CINTA mendeklarasikan semuanya itu. Semua orang menjadi sadar tentang CINTA, tapi tak tahulah ,apakah manusia akan mengenal CINTA dengan benar atau memanfaatkannya untuk kepentingan hawa nafsunya. Hanya WAKTU yang akan membuktikannya, karena dialah yang akan mengabarkannya. WAKTU akan selalu memperhatikan dan berkeliling dunia sebelum akhirnya dunia ini punah.

kabar dari tempat terpencil

KABAR DARI TEMPAT TERPENCIL

Tak ada seorangpun yang pernah dibencinya kecuali Tuhan, demikianlah dia beralasan untuk hidupnya yang sekarang.  Tinggal bersama dengan seorang pelacur yang sebenarnya simpati terhadapnya.menjadi pemabuk dan kerap buat keonaran.  Hidup dari keringat seorang perempuan,  dan melewati hari-hari menjadi pecundang. Kerap dicibir orang dan dihina, dipukuli dan dilempar ke tempat sampah.  Dia tak peduli.  Tuhanlah yang telah membuat hidupnya begini.  Dia benar-benar sakit hati terhadap Tuhan atas apa yang telah diperbuatNya di dalam hidupnya.

Semua orang yang mengenalnya sangat menyesali perbuatannya yang sekarang.  Karena dulu dia sangat dihormati karena dedikasinya pada pendidikan bagi kaum marginal,baik di pedesaan maupun di perkotaan.  Bahkan dia sering diundang jadi pembicara di beberapa event internasional.  Namun dari semua orang yang mengenalnya tak ada yang mampu membuat hidupnya kembali lagi seperti yang dulu.

Peter, demikianlah biasanya dia dipanggil.  Lelaki kurus yang dulunya peduli pada sesama namun yang sekarang kepada dirinya sendiri saja dia tak mau peduli.  Kadang dia tergeletak di pinggiran jalan atau tercebur ke dalam got sampai pagi, atau saat dia tersadar dari mabuknya.  Hanya Magdalena yang sering memapahnya pulang dan merawatnya kalau lelaki itu tak sadarkan diri.  Wanita malam itu dulu pernah mengaguminya dan jatuh hati padanya sebelum lelaki itu menikah dengan orang lain.

Dulu, dulu sekali, lebih dari dua puluh tahun yang lampau,dia mengenalnya dekat.  Saat lelaki itu menjadi sukarelawan mengajar anak-anak jalanan di pemukiman kumuh tempat Magdalena tinggal, dekat bantaran kali Ciliwung.  Magdalena sering membantunya mengajar anak-anak itu, karena hanya dialah yang pernah sekolah walau hanya kelas lima Sekolah Dasar.  Disitulah benih-benih cinta muncul di hatinya.  Sayangnya ternyata Peter telah memiliki pacar dan segera menikahinya.  Jadilah ia kecewa sampai akhirnya lelaki itu pergi dari hidupnya, dari pemukiman kumuh itu.

Dan Peter, lelaki yang simpatik itu pergi ke pedalaman Papua bersama anak dan istrinya untuk menjadi guru sukarelawan di pedalaman.  Disanalah Peter mengalami perubahan hidupnya secara tragis dan drastis, sampai semua orangpun tak mempercayai perubahan sikapnya.

Bersama Maria dan Angelina yang baru berusia tiga tahun, ia mengabdikan dirinya demi kemajuan orang-orang Papua yang masih hidup diluar peradaban waktu itu.  Ia dan istrinya mengawali semuanya itu dengan baik, mengajar dua puluhan anak Papua menjadi pengalaman yang tak pernah dilupakannya.  Terlebih lagi karena kepolosan-kepolosan mereka yang sering membuat banyak kelucuan.  Walaupun hidup di tengah kehidupan yang berada diluar peradaban, dia menikmati hidup itu dengan gembira dan senang.

Setahun berlalu dengan baik, sampai Angelina terkena malaria yang akut sampai akhirnya meninggal. Hal itu membuatnya terpukul, karena dia adalah anak pertamanya yang sangat disayanginya.  Walau Maria dapat mengatasi kesedihannya dengan mengajar anak-anak disana, namun dia tak dapat memaafkan dirinya sendiri.  Dia lebih banyak diam daripada melakukan kegiatan seperti istrinya.   Anehnya lagi Tuhan tak memberikan Angelina yang lain setelah itu, walaupun satu tahun telah berlalu dari kematiannya.

Maria dengan sabar menemaninya,mengajaknya berdoa bersama hingga pikirannya mulai terbuka dan mau peduli dengan keadaan sekitar lagi.  Hingga sekolah darurat di tempat itu bisa berdiri walau hanya tersedia dua kelas saja.  Setidaknya mereka berdua telah berhasil membawa kemajuan bagi masyarakat yang hidupnya jauh dari peradaban.

Walau tanpa Angelina akhirnya Peter dan Maria menemukan kebahagiaannya tersendiri.  Anak-anak yang mereka didik mempunyai respon yang bagus dan semangat belajar yang tinggi, bahkan memiliki cita-cita yang luhur pula.  Mereka tak pernah jenuh mengajarnya dan penuh dengan pengharapan yang besar.  Suatu saat nanti, akan banyak muncul pemimpin bangsa dari tempat terpencil itu.

Sampai suatu ketika kebahagiaannya mulai terenggut, Maria terkena sakit malaria.  Walau sudah diobati dengan obat tradisional, dia tak sembuh juga.  Akhirnya dia meminta bantuan kepada salah seorang warga untuk membelikan obat ke kota.  Sayangnya jarak ke kota butuh waktu beberapa hari untuk sampai, dan butuh waktu seminggu lebih untuk bisa membawa obat itu.  Dan itu tak cukup waktu untuk mengobati Maria.

Dalam pelukannya, dalam keadaan sambil berdoa, wanita yang dicintainya itupun akhirnya meninggal juga.  Kini semua yang dicintainya tak ada lagi.  Dia mengiringi kepergiannya dengan doa. Mengisi hari-harinya dengan doa.  Siang malam terus berdoa.  Entah apa yang dimintanya sampai akhirnya dia putus asa dan berhenti berdoa.

Yayasan yang mendukungnya tak lagi memberinya dukungan, tak ada lagi yang peduli pada dirinya dan keluarganya.  Dia jadi membenci mereka semua.  Mulai tak peduli pada anak-anak yang diajarnya yang dianggapnya sebagai biang kerok penderitaannya.  Kalau saja bukan karena impiannya untuk mendidik mereka tentu anak dan istrinya masih ada sekarang.  Tapi tanah orang-orang berkulit hitam itu telah mengubur orang-orang yang dicintainya.

Orang yayasan datang tepat setahun setelah kematian istrinya.  Terlambat sudah, dia sudah sangat membenci mereka.  Bahkan saat dia berada di Jakarta semua orang yang dikenalnya di yayasan itu dimarahinya, dianggap sebagai salah satu penyebab kematian anak dan istrinya.  Sejak saat itulah hatinya menjadi keras.  Dia terus menyalahi orang-orang, menyalahi nasib dan pilihan hidupnya dan akhirnya dia menyalahi Tuhan juga.

Dia tak percaya lagi kepada orang-orang,kepada Tuhan.  Tak pernah lagi pergi ke gereja apalagi membaca Alkitab, berdoa pun sudah menjadi haram baginya.  Hatinya yang pahit telah menolak semua kebenaran dan dia mulai berfikir tidak sehat.  Jadilah dia seperti yang sekarang ini. Menghabiskan waktunya selama belasan tahun hanya jadi pemabuk dan pembuat keonaran.  Kalau saja bukan Magdalena yang menemukannya saat itu dia sudah tak ada lagi di dunia ini.

“Kak, sudahlah…jangan menyakiti diri seperti ini. ”Kata Magdalena sambil membasuhnya dengan air hangat.  ”Tak ada gunanya hidup seperti ini.  Jadilah Kak Peter yang saya kenal dulu.”

Peter tak peduli.

Magdalena menangis sambil membersihkan tubuh lelaki itu yang sedang terbaring tak berdaya karena mabuk berat.  Dia tak tahu harus bagaimana lagi supaya lelaki itu sadar, bukan hanya dari mabuknya tapi juga dari keaadaan dirinya yang sekarang.  Ia hanya berharap lelaki itu akan hidup normal kembali, walau ia sudah lelah merawatnya selama belasan tahun.  Kalau bukan karena cinta, tak sudi lagi ia merawatnya karena hampir tak ada lagi harapan.

“Tuhan…” Wanita itu mulai berdoa diantara isak tangisnya, ”Kembalikan lagi Kak Peter seperti dulu.  Jangan biarkan dia mati, jangan biarkan dia mengutukimu setiap hari.  Tunjukanlah kepadanya bahwa Engkau Allah yang peduli, Allah yang penuh kasih sayang, Allah yang tak membiarkan hambaNya menderita…”

Seperti biasanya selesai berdoa dan menangisinya, wanita itu tertidur diatas tubuh Peter yang habis dibersihkannya dari kotoran.  Entah sudah berapa ratus kali itu ia lakukan, bahkan sering ia memandikan lelaki itu karena baunya yang menyengat bekas tercebur di got.  Ia sebenarnya sangat letih dan tak mau lagi melakukan itu.  Tapi ia masih punya harapan bahwa suatu saat nanti,entah kapan, lelaki itu akan berubah dan menjadi sadar kembali.

Hari sudah jauh siang saat  Peter terjaga dan menyadari ada seseorang yang menindih tubuhnya. Kepalanya masih terasa pening.  Ia mulai bangkit dan menyingkirkan tubuh wanita itu.  Tak tahu bagaimana, hari ini perasaannya terasa lain.  Terasa ada yang berbeda dari dirinya.

“Kakak sudah sadar?” Tanya Magdalena yag baru saja terbangun.

Peter terdiam membisu saja.

“Semalam Kakak minum terlalu banyak sampai-sampai terjatuh di jalanan dekat sini.  Untung waktu saya pulang, saya melihatnya dan membawa Kakak kesini.  Syukurlah kalau sekarang Kakak sudah baikan.”

Peter tak tahu harus menjawab apa, tiba-tiba saja ia merasa kasihan pada wanita itu yang sudah belasan tahun menafkahinya tanpa pamrih.  Dengan tulus wanita itu merawatnya saat ia mabuk atau sakit.  Ia sudah tak ingat lagi, sudah berapa kali wanita itu memapahnya seorang diri di tengah malam untuk membawanya pulang.  Tapi ia masih saja tak peduli, bahkan lebih banyak menyakiti wanita yang baik hati itu.

“Hari apa ini?” Tanya Peter tiba-tiba.

“Minggu. Ada apa?” Magdalena balik bertanya.

Peter terdiam lagi.

“Seharusnya kita pergi ke gereja hari ini.”

Peter gelisah mendengarnya.

“Kita tak bisa begini terus, Tuhan tak akan mengubah nasib kita bila kita terus begini.  Mungkin tiap hari Dia menantikan kita untuk kembali.  Dia masih sabar menantikan kepulangan kita kembali padaNya.”

“Jangan sebut-sebut Tuhan lagi!  ”Peter marah.  ”Dia sudah tak peduli lagi padaku.  Dialah yang merenggut orang-orang yang kucintai. Padahal kurang apa aku padaNya. Aku melayaniNya, memberitakan injilNya, membantu orang-orang miskin, mengajar anak-anak terlantar, mengajar agama, memberikan persembahan, bahkan rela hidup susah agar namaNya dikenal oleh bangsa-bangsa yang belum beradab.”

“Jangan bicara seperti itu Kak.”

“Biar!  Biar Dia tahu kalau aku sakit hati padaNya.  Semua yang kulakukan untukNya sia-sia semua.  Tak ada hasil apa-apa selain kematian dan penderitaan.  Aku peduli padaNya, tapi Dia tak pernah peduli padaku.  Sialan!”

“Kak…!”

“Plak!”

Magdalena menampar pipi Peter dengan keras.  Ia tak sadar melakukan itu.  Ia sendiri terkejut, apalagi saat Peter merespon dengan melotot kepadanya.  Magdalena mulai ketakutan saat Peter menghampirinya dan mau menamparnya.

Buru-buru Magdalena tersungkur memeluk kaki lelaki itu.  Ia meminta maaf dengan menyesal sekali.  Maklum, sudah belasan tahun ia mendengar Peter memarahi Tuhan, baru kali ini ia berani melawannya bahkan memukul lelaki itu. Dia sudah tak tahan lagi kalau Peter terus-terusan menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi dalam hidupnya.

“Ampuni saya Kak, saya tak bermaksud menyakiti Kakak.”

Peter tak menjawab apa-apa.  Ia menyingkirkan wanita itu dari kakinya dan meninggalkannya pergi.  Wajahnya tampak sangat marah dan juga gelisah.  Dia tak peduli lagi pada wanita itu, apalagi wanita itu sering bertengkar dengannya karena tak suka ia menyalahkan Tuhan.

“Ampuni dia Tuhan…ampuni dia…” Doa Magdalena sambil menangis di lantai.

Untuk pertama kalinya setelah belasan tahun tinggal bersama, Peter tak pulang malam itu.  Hari sudah menjelang subuh saat Magdalena menyadarinya.  Wanita itu menjadi kuatir, kalau-kalau lelaki itu mengalami kecelakaan atau dipukuli orang saat mabuk.  Karena itu dengan perasaan tak menentu ia keluar dan mencarinya di jalanan.  Berharap dapat menjumpainya dalam keadaan baik-baik saja.

Dengan terseok-seok ia berjalan menyusuri malam.  Sesekali ia menengok para gelandangan yang tertidur di emperan dan berharap menemukan Peter.  Sebab Peter sering terjatuh dan tertidur seperti itu saat mabuk dan tak sadarkan diri.  Bahkan pernah dia menemuinya saat lelaki itu pinsan karena dipukuli orang di jalan.  Hari hampir pagi saat ia belum menemui lelaki itu.  Hatinyapun tambah kuatir.

Ia pun pulang dengan tangan hampa dan tertidur kelelahan di pembaringan.

Jam sudah menunjukan pukul setengah delapan ketika Magdalena terbagun, ia kembali kuatir karena tak menemukan Peter ada disana.  Dengan lunglai ia mengambil remot tv dan menyalakan televisinya.  Ada berita pagi waktu itu, sebuah stasiun televisi swasta yang menyiarkannya.

“Saya mencari Bapak angkat saya,” Kata seorang lelaki dari Papua di televisi.  ”Dulu dia bersama istrinya menjadi orang pertama yang mengajari kami baca tulis dan mendirikan sekolah di kampung kami yang jauh di pedalaman.   Istrinya, Maria yang mengajar kami dengan sabar dan Pak Peter yang mendidik kami dengan penuh kasih sayang.   Saya ingin bertemu dengannya sebelum pelantikan saya dilaksanakan.  Sampai saat ini saya tidak tahu dimana Pak Peter berada…”

Magdalena tercengang menyaksikannya.  Dia nyaris tak percaya kalau orang tersebut mencari lelaki yang bernama Peter dan beristri Maria yang pernah mendidiknya di pedalaman Papua. Mungkinkah Peter yang dimaksud adalah orang yang selama ini tinggal bersamanya?  Bisa jadi begitu, karena istri Peter memang bernama Maria dan mereka pernah mengajar di pedalaman Papua bersama-sama.

Maka siang itupun Magdalena mencari Peter kesana-kemari.  Ia mendatangi tempat-tempat yang biasa disinggahi oleh lelaki itu.  Tapi hasilnya nihil.  Setengah putus asa ia bertanya pada orang-orang yang ditemuinya di jalan.  Sayang, tak ada seorangpun yang tahu atau melihatnya.  Sampai ia mendengar sebuah rintihan di sebuah tempat sampah.

Dengan cemas ia menghampiri tempat sampah itu.  Benar saja, kekuatirannya terbukti.  Lelaki yang dicarinya ada disana dengan wajah memar dan berdarah-darah.  Tampaknya ada orang yang memukulinya dan membuangnya kesana.  Dengan sabar ia mengambil lelaki itu dari sana dan memapahnya untuk dibawa pulang.

Naik Bajaj ia membawa Peter pulang.  Setelah membersihkannya dan mengganti pakaiannya, ia mulai mengobati luka-luka lelaki itu.  Kali ini ia malah tambah kuatir, kalau-kalau lelaki itu akan meninggal.  Sebenarnya ia ingin membawa lelaki itu pergi berobat tapi ia tak punya uang.  Sudah dua malam ia tidak bekerja.

Lebih dari tiga hari Peter sakit dan belum sembuh juga, panas tubuhnya tak turun-turun. Magdalena semakin bingung karena tak punya uang untuk membeli obat.  Uang yang ada hanya bisa untuk makan saja.  Dia tak mampu menambahi uang itu karena tak mau meninggalkan Peter sendirian sementara dia bekerja.

Sambil menyuapi Peter ia menonton televisi.  Ada acara pelantikan kabinet baru hari itu.  Ia menyaksikan Presiden mengambil sumpah para menterinya dan berpidato di hadapan para menteri itu. Matanya terbelalak saat melihat, orang Papua yang mencari Peter ada disana dan dilantik menjadi menteri kelautan dan perikanan.  Tampak Magdalena berfikir keras.

Menjelang siang ia ke kantor pos dan mengirim sepucuk surat kepada seseorang.

“Dimana aku?” Tanya Peter saat Magdalena baru saja pulang dari kantor pos.

“Kakak di rumah sekarang.”

“Sudah berapa lama aku sakit?”

“Lebih dari tiga hari, Kak.”

Peter hanya menarik napas panjang dan memejamkan matanya lagi.

Berhari-hari kemudian Peter hanya terbaring saja disana dan Magdalena dengan setia menemani dan merawatnya.  Sesekali wanita itu melihat ke handphone-nya, berharap akan berdering dan dia menjawabnya.   Tapi sudah tiga hari telpon itu tak berdering-dering juga.

Magdalena sudah kehabisan uang dan untuk makan hari itupun sudah tak ada lagi.  Sementara Peter belum juga sembuh.  Wanita itu semakin cemas.  Kalau saja handphone-nya tidak berdering tentu akan membuatnya semakin kuatir.

Ia mengangkat telponnya dan menjawab semua pertanyaan dengan kata ‘iya’.  Lalu ia berdandan dan pergi keluar meninggalkan Peter dengan terpaksa.  Ia tergesa-gesa berjalan kaki menuju suatu tempat yang sepertinya sudah tahu yang ia tuju.

Namanya Albert Wanggai, demikian menteri perikanan dan kelautan yang baru itu disebut. Gemetaran juga Magdalena menemuinya di rumahnya.  Ia diminta menceritakan segala sesuatunya tentang lelaki yang tinggal bersamanya.  Setelah selesai,  gantian Albert Wanggai yang menceritakan banyak hal kepadanya.  Setelah keduanya sama-sama yakin dan sepakat, Albert Wanggai menyerahkan sepucuk amplop kepadanya.

“Bawa dia ke rumah sakit, nanti saya akan menemuinya disana,” Kata Albert sambil menyerahkan amplop itu.

Magdalena hanya mengangguk.

Sepulangnya dari tempat itu, Magdalena langsung membawa Peter ke rumah sakit sehingga lelaki itu mendapat perawatan yang baik.  Sore harinya lelaki itu sudah mulai baikan karena mendapat obat-obatan, vitamin dan infusan.  Magdalena menjadi senang melihatnya.

Peter tak bergeming sedikitpun.

“Kakak tak akan percaya,apa yang Tuhan buat dalam hidup ini.  Dia masih peduli sama Kakak. Dia akan mengejutkan Kakak dengan cintaNya dan janjiNya yang tak pernah diingkari.  Seperti fajar pagi hari, janji Tuhan selalu pasti.”

Peter tak peduli.

Saat itulah muncul Albert Wanggai menemui mereka.  Dia menyalami dan memeluk Peter sambil terharu.  Peter tak juga mengerti apa yang sedang terjadi.  Tapi akhirnya Albert Wanggai mengambil kursi dan duduk di sisinya.  Ia menceritakan semua yang ia tahu.

“Lebih dari dua puluh tahun yang lalu, ”Katanya mulai bercerita, ”Di sebuah desa terpencil nun jauh di Papua sana, datanglah seorang hamba Tuhan beserta anak dan istrinya untuk melayani disana. Mereka mengajar dan mendirikan sekolah di desa itu walau muridnya hanya dua puluh orang.  Orang itu dan istrinya membagkitkan semangat penduduk yang jauh dari peradaban itu untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.  Mereka berhasil.  Tapi musibah menimpa mereka, anak dan istri orang itu meninggal karena malaria dan tak sempat diobati.  Lalu orang itu pergi meninggalkan desa itu entah kemana…”

Peter menjadi sinis, katanya, ”Tuhan yang kejam telah merenggut kebahagiaan orang itu.”

“Tidak!  Tak ada pengorbanan yang sia-sia.  Tuhan tak pernah melupakan janjiNya.  Dia membuat buluh yang terkulai tak dipatahkan dan sumbu yang pudar tak dipadamkan.”

Peter terdiam tak peduli.  Hatinya masih keras membatu.

“Bertahun-tahun saya mencari Bapak, baru sekarang saya menemukannya.  Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih atas segala pengorbanan Bapak di desa yang terpencil itu.  Kalau saja Bapak dan keluarga tak pernah datang kesana, sekarang desa terpencil itu tak akan pernah dikenal orang.”

“Kamu siapa?”

“Sayalah murid Bapak dulu, saya Albert Wanggai,” Kata Albert sambil menggenggam tangan Peter.

“Bapak ini seorang menteri,” Magdalena menambahi.

Peter terkejut bukan main, tapi tubuhnya masih lemah.  Dia tak mampu berkata apa-apa, hanya air matanya menetes membasahi pipinya.  Entah sedih, entah terharu, entah senang, hanya dia yang tahu.

“Peter, kakak saya telah menjadi seorang pendeta sekarang.  Daniel menjadi seorang Bupati di Serui.  Solomon dan Lina menjadi anggota DPR.  Erol bekerja di sebuah BUMN.  Kabes jadi pemain sepak bola nasional dan pernah membawa Indonesia jadi juara Asia.  Okta dan Meta sudah jadi pejabat daerah.  Banyak lagi yang lain.  Kami telah bertahun-tahun mencari Bapak, kami semua pasti senang bisa bertemu juga akhirnya.”

Tubuh Peter gemetaran dan bangkit memeluk Albert.

“Tidak.  Tidak ada sesuatu yang sia-sia sekarang.” Albert menambahi.

Peter semakin terharu dan memejamkan matanya rapat-rapat.  ”Terima kasih Tuhan…” Katanya akhirnya.

Magdalena terharu mendengar Peter mau menyebut nama Tuhan lagi dan berterima kasih padaNya.

Mulai saat itu Peter kembali berdoa dan memperbaiki hubungannya dengan Tuhannya.  Magdalena membawakannya kitab suci agar ia dapat membacanya.  Hatinya menjadi pulih kembali.  Bahkan dia menjadi sembuh dan menghadiri acara serah terima jabatan di kementrian yang Albert Wanggai pimpin.  Albert memberi kesaksian tentang andilnya yang telah membawa kemajuan di daerah terpencil di Papua.  Dia pun dapat kesempatan terhormat untuk memberikan sepatah dua patah kata tentang kehidupan Albert.

Kini Peter telah kembali menjadi manusia yang seutuhnya.  Hatinya semakin bangga dan senang saat Albert mengumpulkan teman-temannya satu kampung dulu dan merayakan reuni bersama-sama dengannya.  Hampir tiap detik, sekarang dia selalu memuji nama Tuhan dan bergembira menyanyikan lagu-lagu pujian.

Magdalena menemaninya kembali ke Papua untuk melihat makam anak dan istrinya.  Ternyata makam itu terawat baik sampai sekarang.  Karena penduduk disana telah menganggapnya sebagai pahlawan, yang membawa terang kepada dunia mereka yang gelap.

Peter berlutut di makam istrinya dan mencium batu nisannya.  Dia terharu.

“Tak ada yang sia-sia.  Tak ada yang sia-sia.”

rahasia Ilahi

RAHASIA ILAHI

Nasuha,demikian biasa dia dipanggil. Seorang lelaki hampir empat puluh tahunan dengan memiliki seorang istri dan sepasang anak yang ganteng dan cantik. Dia lumayan dikenal sebagai lelaki yang soleh dan baik hati. Demikian pula dengan istrinya yang baik dan ramah. Hanya kedua anaknya yang membuat namanya sedikit tercoreng. Walaupun dicukupi dengan berbagai fasilitas,tapi tak membuat Harun,anak pertamanya hidup baik. Sering mengajak teman-temannya mabuk-mabukan dan hidup dalam pesta pora. Sedangkan anak keduanya,Nabila,seorang yang keras kepala. Biarpun masih mau shalat tapi tidak ketinggalan dugem dan kebiasaan buruk lainnya.

Dia sudah berusaha mendidik dan mengajar anaknya dengan baik,bahkan tidak lupa mendoakannya siang dan malam. Entah mengapa,rupanya kehidupan di luar yang penuh dengan gemerlap dan kenikmatan duniawi sanggup menawan kedua anaknya. Hingga semakin lama,dia tak sanggup lagi mendidik anaknya dengan baik. Hasilnya ya jadilah seperti ini.

Selain saleh dia juga dikenal orang kaya di kampungnya. Setidaknya mempunyai peternakan sapi dan sawah serta ladang yang luas. Banyak orang di kampung itu yang bekerja kepadanya. Namun dengan semua kekayaannya itu dia dikenal dengan kebaikan hatinya,pemurah dan ramah. Sehingga namanya bukan hanya dikenal di kampung itu tapi juga dikenal sampai ke tempat-tempat yang jauh.

Secara rohani dialah orang yag paling rajin ke masjid,setiap hari,subuh maupun magrib. Tak pernah ketinggalan saat shalat Jumat atu mengikuti pengajian yang baisa dilaksanakan di masjid. Karena itu banyak pujian dan hormat yang diterimanya. Orang-orang menjadi segan kepadanya walaupun anaknya sering menimbulkan banyak kekacauan.

Diluar semua itu sebenarnya hatinya menangis karena anak-anaknya. Sepasang buah hatinya seperti duri dalam daging di hidupnya. Dia sendiri tidak tahu harus bagaimana lagi mengatasi masalah itu. Bila dibiarkan duri itu tetap dalam dagingnya akan membuat dia semakin sakit bahkan bisa menimbulkan infeksi. Tapi bila dia ingin mencabutnya,dia akan lebih menyakiti dirinya sendiri,dengan membedah dagingnya dan membuangnya. Baginya kini,membiarkan atau mencabutnya sama-sama menyakitkannya.

Nasuha adalah Nasuha,biarpun begitu dia tetap selalu mengucap syukur ke hadirat ilahi. Baginya kalau Tuhan mengizinkan sesuatu dalam hidupnya pastilah ada sesuatu yang harus diperbuatnya. Karena semua peristiwa yang menyakitkan hatinya tidak membuatnya jauh dari Tuhan tapi malah membuat dia semakin dekat dan akrab dengan Sang Pencipta.

“Kita harus tetap mengucap syukur kepada Allah atas segala nikmat ini,”katanya kepada Anisah istrinya saat membicarakan tentang anak-anak mereka.

“Iya Pak,anggap semua ini sebagai ujian bagi hidup kita.”

“Allah yang memberi,Allah yang memelihara dan Allah juga yang memberi petunjuk. Suatu saat nanti pastilah anak-anak kita akan berubah dan menjadi anak-anak yang soleh. Allah telah menitipkannya kepada kita,kita hanya menjalankan perintahNya dan berusaha sebaik-baiknya.”

Biasanya setelah membahasnya bersama dengan istrinya,Nasuha berdoa untuk kedua anaknya,menyerahkan mereka berdua ke dalam tangan Allah. Dia terus berharap agar mujizat terjadi dan Allah menjamah hati anak-anaknya.

Tapi Nasuha salah,kejadiannya tak seperti yang diharapkannya dan selalu didoakannya. Tuhan malah mengambil kedua anaknya dengan cara yang paling mengenaskan. Saat dia memanjatkan doa kedua anaknya sedang mengendarai sepeda motor di jalan raya dalam keadaan mabuk. Motor mereka oleng dan menabrak sebuah truk container sehingga mereka tergilas di bawahnya. Dan nyawa mereka melayang  saat itu juga. Kepala Harun remuk tergilas ban truk dan tubuh nabila terseret beberapa meter sebelum akhir ajalnya.

Tentu saja hal itu sangat memukul jiwanya. Dia merasa Allah tidak mendengarkan doanya selama ini. Walaupun dia sempat berkata bahwa bila Allah mengambil mereka,itu adalah hak Dia. “Allah yang memberi,Allah juga yang mengambil. Terpujilah nama Allah,”Katanya di tengah-tengah kesedihannya.

“Ini jalan yang terbaik yang Allah berikan,”Kata Pak Kiayai menghibur dia.

“Tapi…bagi kami ini tidak adil,”Sahut Anisah.

“Yang terbaik bagi Allah belum tentu baik bagi kita. Allah tak akan mencobai kita melebihi kekuatan kita sendiri. Saat kita tak mampu menjalaninya,Dia akan memberikan kekuatan kepada kita sehingga kita dapat melewati pencobaan ini,”Pak Kiayi member wejangan.

Bagi banyak orang kejadian itu memang harus terjadi. Harun dan Nabila memang tak layak lagi hidup karena perbuatan mereka yang jahat dan penuh maksiat. Allah pantas menghukum mereka karena kejahatannya sudah tak terampuni lagi. Sudah banyak nasehat dan peringatan yang diberikan kepada kedua anak itu tapi tetap saja keduanya tak juga berubah. Jadi kalau mereka akhirnya mati,bukankah itu lebih baik. Baik bagi keluarga Nasuha,baik bagi seluruh warga kampung itu,baik juga bagi kedua anak itu sehingga tak menambah dosa-dosanya lagi.

Bagi Nasuha tidaklah demikian,ia masih terus bertanya kepada Allah tentang kejadian itu. Baginya,Allah lebih senang kalau ada orang yang jahat bertobat daripada orang jahat itu mati. Karena disitulah letak kasih sayang Allah kepada umatNya,yaitu menantikan pertobatannya dengan sabar. Tapi karena Allah Maha Kuasa,dia hanya dapat memujiNya dengan semua perbuatan tanganNya. Biarlah semua hanya Allah saja yang mengerti,dia tidak perlu mengetahuinya.

“Apakah Allah tidak mendengar doa kita?”Tanya Anisah gelisah.

“Tidak. Allah mendengarkan doa kita. Namun ketika kita meminta kepadaNya,kita meminta apa yang kita ingini,bukan meminta apa yang Dia kehendaki supaya terjadi. Seandainya kita bisa mengetahui pikiran Allah,tentu kita akan berdoa sesuai kehendakNya,yaitu meminta sesuatu yang Dia kehendaki supaya terjadi.”

“Tapi bagaimana kita bisa mengetahui pikiran Allah?”

“Saya tidak tahu,tapi tiada yang mustahil.”

Saat semua itu belum berakhir,saat berkabungnya belum selesai,Nasuha dan istrinya harus menghadapi lagi masalah di rumah tangganya. Tiba-tiba saja seluruh kampung itu mengalami musibah,padi mereka gagal panen karena serangan hama yang tiba-tiba dan mewabah. Nasuha mengalami kerugian yang banyak karena biaya pengolahan sawahnya yang luas tidaklah sedikit. Bagi Anisah hal itu menambah kesedihannya saja.

Untuk memulai kembali mengolah sawahnya dia hampir mengeluarkan seluruh uangnya. Bukan hanya itu,orang-orang yang dipinjaminya uang tak mampu membayar karena mereka juga gagal panen. Untuk menghemat biaya mau tak mau dia juga harus turun kesawah. Mulai dari membabat dan membakar padi yang gagal panen,sampai mencangkul dan menanami kembali sawahnya. Hal itu membuat kesehatannya menjadi sedikit terganggu.

“Segala puji bagi Allah,Dia yang mengatur semua rezeki kita,”Katanya dalam pembaringan. Sudah dua kali ia berobat tapi masih saja belum sembuh juga dan harus masih berbaring.

“Kita memang harus lebih banyak bersabar dan tawakal sekarang,”Sahut istrinya.

“Bu,janganlah kita menjadi jauh dari Allah setelah semua ini terjadi. Ini hanya pencobaan yang biasa saja. Kita pasti mampu melaluinya. Berdoalah terus agar kita bisa dapat modal lagi untuk mengolah sawah kita. Karena kita perlu juga untuk menafkahi para pekerja kita. Kalau sawah kita tidak diolah,akan banyak orang yang menganggur di tengah masalah ini.”

“Iya Pak. Saya selalu berdoa,supaya Bapak juga cepat sembuh.”

“Satu lagi,jangan pernah menyalahkan siapapun,menyalahkan orang,menyalahkan alam,apalagi menyalahkan Tuhan atas segala yang kita derita. Semua ini memang jalan yang harus kita lalui,nanti juga akan berakhir.”

Anisah mengangguk pelan sambil berusaha tersenyum.

Karena ia tak mampu bekerja,Anisah lah yang menjadi pengawas di sawahnya untuk mengawasi para pekerja,juga untuk membantu menyelesaikan pekerjaan di sawah agar cepat selesai dan bisa ditanami lagi. Setiap hari ia ditinggal sendirian di rumah,dari pagi hingga sore hari. Tapi justru karena itu ia jadi semakin lebih banyak berdoa kepada Allah,supaya Allah memulihkan kehidupan mereka.

Suatu kali pegawainya yang mengurus sapi datang padanya.

“Ada apa Jang,pagi-pagi sudah datang?”Tanyanya ramah.

“Maaf Pak,mengganggu. Saya mau kasih laporan. Sapi-sapi kita sudah beberapa hari ini kelihatannya pada sakit. Sekarang kelihatannya hampir semuanya kena. Jadi kami harus bagaimana?”

“Begini saja Jang,kamu datangi dinas peternakan dan meminta dokter mereka memeriksa sapi kita. Nanti hasilnya kamu kasih tahu saya lagi. Mudah-mudahan masih bisa diobati.”

“Baiklah kalau begitu. Saya segera laksanakan.”

Nasuha merasa tak enak hatinya saat Ujang meninggalkannya seorang diri. Dia merasa ada sesuatu lagi yang akan terjadi pada hidupnya. Dia kembali memejamkan matanya dan berdoa kepada Allah agar terhindar dari segala hal yang tidak dikehendakinya.

“Tapi ya Allah…”Katanya di ujung doa,”Jadilah kehendakMu saja,bukan kehendakku…”

Seperti firasatnya yang tidak enak,beberapa hari kemudian,seorang dokter hewan mendatanginya bersama Ujang memberikan kabar tentang sapi-sapinya. Dia tak dapat lagi mengelak dari musibah selanjutnya yang terjadi.

“Maaf Pak,sapi-sapi Bapak harus dimusnahkan sekarang juga,”Kata dokter hewan itu pelan,”Semuanya terkena antrax. Kalau tidak segera dimusnahkan akan menular ke seluruh kampung ini,bahkan saya kuatir dampaknya akan lebih luas lagi.”

Nasuha memejamkan matanya rapat-rapat,katanya,”Jang,lakukanlah apa yang diperintahkan dokter ini.”

Ujang tak menjawab,dia sendiri bingung dan prihatin.

“Tapi ingat,jangan beritahu Ibu.”

Setelah itu Nasuha menangis,sampai ia tak dengar Ujang dan dokter itu pamit. Ujang memahami apa yang dirasakan oleh majikannya,karena itu ia tak mau bicara apa-apa lagi. Tapi Nasuha,dia tak mampu menahan kesedihannya dan kemarahannya pada Tuhan. Ia tidak tahu lagi harus berdoa atau merengek di hadapan Sang Pencipta. Sampai akhirnya ia hanya mengucapkan sebuah kalimat,”Allah yang memberi,Allah pula yang mengambil. Subhanallah.”

Beberapa hari ia menyembunyikan peristiwa itu kepada istrinya. Ia tak tega melihat istrinya terpukul lagi setelah banyak mengalami kecapaian mengurus sawahnya. Kadang ia hanya tersenyum melihat kulit istrinya yang cantik mulai kelihatan legam,terbakar matahari. Ia malah banyak mengajak istrinya bersenda gurau dan menyayanginya dengan semakin mesra. Tentu saja hal itu membuat Anisah semakin semangat di tengah-tengah musibah yang menimpa hidup mereka. Dia senang kalau Nasuha semakin sayang setelah mereka kehilangan anak-anak yang mereka cintai. Tuhan pasti akan memberinya kebahagiaan dengan memberinya anak yang lain.

“Bu…”Nasuha membuka pembicaraan setelah persoalan di sawah telah beres.”Kita mesti bersyukur karena bisa menanami sawah kita lagi walaupun keadaan keuangan kita sangat minim. Menurut Ibu bagaimana,kalau seandainya kita tak mampu beli pupuk?”

“Jangan berkata begitu Pak. Pasti ada jalan keluarnya.”

“Ya,Bapak percaya itu. Tapi sepertinya kita harus lebih bersabar lagi Bu.”

“Kenapa Pak?”

“Maaf Bu,kita harus menerima kenyataan ini. Sekarang kita tidak memiliki sapi-sapi lagi. Semuanya sudah dimusnahkan karena terkena penyakit menular.”

“Hah?”

Nasuha memeluk Anisah erat dan membelainya mesra dengan harapan dapat meredam segala pertanyaan yang mungkin muncul dari bibir istrinya. Dan Anisah pun tenggelam dalam pelukan suaminya tanpa berkata apa-apa lagi. Biarpun demikian,dari kelopak mata suami istri itu mengalir butiran-butiran bening yang meleleh di pipi mereka.

Sejak saat itu mereka mulai jarang bicara banyak. Baik Nasuha dan Anisah mulai jadi pendiam,baik diantara mereka berdua maupun kepada tetangga mereka. Semua orang memakluminya. Semua orang belajar mengerti keadaan mereka yang seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Sekarang Nasuha yang dianggap orang kaya di kampung itu,kehidupannya telah menjadi sama dengan hidup kebanyakan orang disana. Dan banyak orang yang prihatin melihatnya.

Sampai disaat seperti itu mereka masih kelihatan baik-baik saja dan tak pernah meninggalkan kegiatan-kegiatan rohani. Apalagi Pak Kiayi banyak memberikan mereka nasehat dan pengajaran tentang agama. Hubungan mereka dengan Pak Kiayi pun semakin akrab.

Tapi hidup belum selesai,nasib masih bergulir dan waktu masih terus maju. Keharmonisan rumah tangga Nasuha dan Anisah akhirnya terganggu juga dan semua orang mulai menilai mereka dengan hal-hal yang negatif. Bermula dari test darah yang dilakukan oleh Nasuha saat ia mengalami demam yang tak berkesudahan. Nasuha dinyatakan positif terkena virus HIV. Bukan hanya itu,karena penasaran,Anisah,wanita yang selalu berkerudung itu juga dinyatakan positif HIV.

Mulai saat itu mereka mulai banyak bertengkar dan saling menyalahkan. Virus yang ditularkan melalui hubungan kelamin itu membuat mereka saling mencurigai. Siapakah diantara mereka yang pernah selingkuh? Baik Nasuha maupun Anisah tak ada yang mau mengakui bahwa mereka pernah selingkuh. Nasuha merasa benar,demikian juga dengan Anisah. Jadi sekarang tak ada yang tahu,bagaimana virus yang mematikan itu bisa masuk ke dalam tubuh mereka.

Kali ini Nasuha berdoa kepada Allah dengan tangisan yang meraung-raung.

Anisah berteriak meminta keadilan dari Allah Yang Maha Tahu.

Dan…orang-orang ketiga mulai datang menasehati mereka.

“Selidikilah dirimu,minta ampunlah kepadaNya,”Kata Syarif menasehatinya.”Lihatlah,Tuhan telah meninggalkanmu. Anak-anakmu telah diambil,hartamu telah lenyap. Masihkah kamu mengeraskan hatimu kepada Allah? Padahal sekarang umurmu hanya tinggal sekejap,tak ada obat untuk penyakit kotor itu.”

“Aku tak tahu apa dosaku.”

“Jangan munafik! Semua ini terjadi karena pasti kamu telah berdosa.”

“Aku percaya Anisah perempuan yang baik,yang selalu menjaga kehormatannya,”Kata Zaenal pula mengingatkannya.”Akuilah di hadapan Allah semua dosamu itu,pasti Allah akan memulihkanmu.”

“Apakah kau percaya bahwa aku juga manusia yang saleh?”

“Tapi…”

“Semua ini tak ada hubungannya dengan dosa. Kalau memang semua ini harus terjadi,terjadilah. Baik hartaku maupun hidupku semuanya adalah milikNya,terserah Dia mau memperlakukannya seperti apa.”

“Jadi kamu tidak mau mengakui dosamu?”Pak Kiayi malah marah.”Kamu masih mengakui bahwa kamu orang yang saleh,setelah semua ini menimpamu? Sadarlah,janganlah takkabur dan menyombongkan dirimu.”

“Kesalehan…”Jawab Nasuha,”Adalah seperti kain kotor di hadapan Allah. Itu tak bisa membuat orang dekat kepada Allah,atau bahkan dosa,tak bisa membuat Allah menjauh dari kita. Allah berkenan kepada siapa Dia berkenan. Kebaikan tak dapat membuat orang dekat kepada Allah dan kejahatan tak dapat membuat Allah meninggalkan kita. Karena Allah selalu dekat kepada kita,baik kita benar maupun ketika kita salah. Kitalah yang merasa bahwa kita dekat atau jauh dari Allah.”

“Omonganmu mulai ngaco!”Bantah Syarif.

“Orang yang menderita belum tentu karena dia telah berbuat dosa dan orang yang kelihatan berbahagia belum tentu dia tidak melakukan dosa.”

“Tapi…sakitmu itu menjadi bukti dosamu,semua orang tahu!”Zaenal memarahinya.

“Siapakah yang tahu aku meniduri seorang pelacur atau aku berzinah?”

“Jadi Anisah yang salah?”

“Hanya Allah yang tahu.”

Nasuha semakin stress karena omongan banyak orang. Satu per satu sahabatnya mulai meninggalkan dia,teman-temannya mulai menjauhi dia karena dia dianggap orang yang bejat dan tak mau mengakui kesalahannya. Berkali-kali Pak Kiayi maupun ustadz mendatanginya agar dia mau mendekatkan dirinya kepada Allah. Justru hal itu semakin membingungkannya,karena selama ini ia sendiri merasa dekat dengan Allah dan tak sedetikpun merasa meninggalkanNya. Dia hanya berharap Allah mau membela perkaranya saat ini,karena hanya Allahlah yang tahu bahwa dirinya tak bersalah.

Diapun mendatangi istrinya yang sudah merasa jauh darinya dan minta diceraikannya.

“Bu,saya minta maaf atas semua ini,”Katanya pelan.”Maafkan karena telah menghinamu dan menuduhmu yang tidak-tidak. Saya sadar sayalah yang salah. Sampai hari ini saya masih percaya bahwa kamu adalah wanita yang terhormat. Maafkanlah saya…”

“Jadi sekarang Bapak mau mengakui bahwa Bapak pernah selingkuh?”

“Saya tak dapat mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan.”

Anisah mencibir,tak percaya padanya.

“Tak apa kalau Ibu tak percaya pada Bapak,tapi Bapak percaya pada Ibu. Terimakasih.”

Itulah kalimat terakhir yang diucapkan kepada istrinya Anisah,setelah itu ia tak pernah bertemu lagi dengan istrinya sampai akhirnya Anisah meninggal karena banyak mengalami komplikasi akibat pengaruh virus HIV itu. Hal itu membuat Nasuha semakin sedih dan tak tahu harus bagaimana meyakinkan orang-orang bahwa dia tidak pernah berzinah. Hidupnya semakin banyak ditinggalkan orang dan hartanya telah habis,hampir ludes.

Dalam kesendiriannya dia dirawat oleh Jamilah,kerabat jauh dari orangtuanya yang menaruh kasihan kepadanya dan yang masih peduli. Yang lebih penting bagi Nasuha adalah karena jamilah percaya kepadanya dan tak meragukannya sedikitpun.

“Sampai kapan lagi kamu masih sembunyi dari dosamu,”Kata Pak Kiayi setelah pemakaman Anisah.”Jangan kau racuni Jamilah dengan kebohonganmu. Bertobatlah.”

“Saya sudah lama bertobat Pak.”

Jamilah tersenyum setiap mendengar perdebatan Nasuha dengan Pak Kiayi atau ustadz,dia tetap mempercayai Nasuha dengan penuh kasih sayang. Dia tidak takut kepada Nasuha,malah dia mulai menyukai lelaki yang malang itu.

Memang tak ada yang mempercayai Nasuha selain Jamilah.

Mengapa semua peristiwa itu terjadi pada Nasuha?

Tak ada seorangpun yang tahu,tak ada yang mengerti. Mereka hanya menduga-duga saja.

Tapi…jauh sebelumnya,sebelum anak-anaknya meninggal,sebelum sawahnya terkena hama,sebelum sapi-sapinya harus dimusnahkan dan jauh sebelum ia dan istrinya terkena HIV,telah terjadi sesuatu di alam yang tidak manusia kenal. Saat itu iblis mendatangi Allah di tempat Yang Maha Tinggi dan membicarakan nasib Nasuha.

“Wahai Tuanku…”Kata Iblis kepada Allah waktu itu,”Aku melihat hambaMu,Nasuha seorang yang saleh dan tidak bercacat. Dia menjadi orang yang kaya,anak-anak dan istrinya saleh juga. Aku yakin kalau semuanya itu tak ada padanya dia akan menjadi orang yang jahat dan mengutuki Engkau. Berikanlah dia ke tanganku.”

Allah yang duduk di atas singgasanaNya tersenyum kepada iblis,sabdaNya,”Perlakukanlah dia semaumu,tapi jangan ambil nyawanya. Dia itu hambaku yang saleh,dan kau tak dapat merubah hatinya yang suci itu.”

Dan semenjak itulah iblis merampas anak-anaknya menjadi anak-anak yang jahat dan mengambilnya dari Nasuha,kemudian sawahnya,sapinya,tanahnya juga istrinya. Tapi iblis tak dapat mengambil nyawanya. Dan…syetan itu tetap kecewa karena Nasuha tidak juga mengutuki Tuhan Allahnya.

Dalam duduk diam malam itu Nasuha menyapa Jamilah.

“Sudahkah kamu shalat?”

menunggu cinta Ellyana

MENUNGGU CINTA ELLYANA

Dari cerita seorang malaikat di hidupku

Dia tak pernah bosan untuk mendatangi taman di tengah kota itu,sebab disanalah hari-hari yang indah pernah dilaluinya bersama dengan orang yang paling dicintainya,Ellyana. Sejak masih pacaran dulu ia selalu bersama Ellyana tiap minggu mendatangi taman itu. Selain gratis,suasananya yang nyaman dan sejuk membuat mereka bisa bercakap-cakap sampai jauh malam. Di tempat seperti itulah cinta mereka dipupuk dari waktu ke waktu sampai akhirnya bertumbuh dalam kesetiaan yang tak pernah lenyap sampai sekarang. Jadi walaupun usianya hampir mendekati enam puluh tahun,dia tetap menanti Ellyana datang dan kembali melanjutkan cinta mereka. Entah sampai kapan semua itu terwujud. Lebih dari tiga puluh tahun dia menunggu di taman itu tapi Ellyana tidak muncul-muncul juga. Masih hidupkah ia atau telah kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa. Tapi sekalipun wanita itu memang sudah tak ada lagi,dia yakin cintanya masih ada disana.

Tak ada yang berubah di taman itu,pohon-pohonnya,rumput-rumputnya dan juga air mancurnya yang ada di tengah taman. Mungkin hanya pengunjungnya saja yang telah berubah,selalu diisi oleh anak-anak muda,kadang ada beberapa juga yang sudah manula. Rata-rata mereka datang kesana bersama pacar atau keluarga untuk menikmati sore yang sejuk dari hiruk pikuknya kota Jakarta. Bersamaan dengan itu cintanya kepada Ellyana juga tak pernah berubah.

Hari berganti,bulan berubah dan tahun telah berlalu,dia tak bisa pindah ke lain hati. Walau banyak wanita yang mendekatinya setelah Ellyana pergi entah kemana,tapi dia telah berjanji bahwa hanya Ellyana cinta sejatinya. Jadi dia tidak bisa menawarkan cintanya kepada orang lain karena cinta yang seperti itu pasti penuh kepalsuan,yang asli hanya untuk Ellyana.

Seandainya saja waktu itu ia tidak banyak melakukan kesalahan,seandainya saja saat itu ia menjadi orang kaya seperti sekarang ini,seandainya saja ia bisa meyakinkan Ellyana dan keluarganya bahwa ia masih bisa bertanggung jawab,tentu semua itu tak akan menimpa dirinya dan juga Ellyana. Namun memang nasib telah berkata lain,keadaannya tak mampu melawan kehendak dunia ini yang selalu saja ingin memisahkannya dari cinta Ellyana,perempuan termanis dan tercantik yang pernah menghiasi hidupnya.

Ah,ternyata memiliki cinta sejati memang sulit untuk membuktikannya. Dunia selalu memaksanya untuk membuktikannya secara materi,yang sebenarnya jauh dari arti cinta itu sendiri. Memang orang hidup mau makan cinta? Demikianlah pendapat banyak orang. Orang zaman sekarang butuhnya uang untuk hidup,butuh rumah,butuh keperluan ini dan itu,cinta hanya bumbu kehidupan saja. Tak ada cinta yang penting bisa berumah tangga dan membesarkan anak dengan tidak kekurangan, itu sudah cukup. Toh banyak orang yang akhirnya menikah karena harta,nanti juga cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Tapi kalau cinta itu sudah tumbuh dan menjadi besar,bagaimana kalau memang tidak ada harta dan uang? Hahahaha…ternyata cinta hanya milik orang kaya saja. Orang miskin tidak boleh jatuh cinta. Boleh jatuh cinta,tapi akhirnya harus dipisahkan juga karena tidak memiliki apa-apa untuk hidup bersama. Kira-kira demikianlah pandangan logis banyak orang di zaman ini.

Setidaknya itulah yang menjadi alasan mengapa Ellyana akhirnya pergi meninggalkan dia. Kalau bukan punya pengharapan,kalau bukan karena janji tentu dia sudah menikah dan sekarang punya cucu di usianya yang hampir enam puluh tahun ini.

Kalau boleh jujur,sebenarnya dia juga tahu cinta Ellyana begitu besar pada dirinya. Perempuan itu juga seorang yang setia pada janji dan cintanya. Sayangnya dia telah banyak menderita karena berharap kepadanya yang tak juga dapat membuktikan tanggung jawabnya pada keluarga Ellyana,sehingga keluarga besar Ellyana tidak lagi mempercayainya.

Berkali-kali Ellyana berharap dapat hidup bersama dengannya walau dalam keadaan apapun juga,tapi dia tak tega membawa orang yang dicintainya hidup seperti itu. Sering dia tinggalkan,jauh sendirian mengurus Mikael kecil yang masih bayi. Bahkan Ellyana kadang tak berani tinggal di rumah sendirian karena jauh dari tetangga pada saat ia pergi. Kasihan memang,tapi harus bagaimana lagi? Mereka harus terus berjuang untuk mencari nafkah agar bisa menyambung hidup.

Wajar saja kalau akhirnya Ellyana harus menuruti kakak-kakaknya yang memaksanya untuk tinggal di rumah kakaknya agar bisa kelihatan hidup layak dan manusiawi. Sejak saat itulah dia menjadi jauh dengan Ellyana. Walau sering bertemu tapi keluarga Ellyana tak mau menerimanya bahkan hendak menjodohkannya dengan lelaki lain. Ah…Ellyana sangat menderita saat itu. Dia jadi serba salah. Seorang wanita yang harus memilih hidup di tengah kebutuhan metropolitan yang tinggi.

Tersenyum sendirian atau bahkan menjadi sedih,itulah yang akhirnya sering dia lakukan di taman itu. Tiap minggu. Tiap bulan. Dan tiap tahun. Dia tak pernah berhenti. Mengenang Ellyana. Mengenang Mikael. Meratapi nasibnya. Menunggu cinta kembali. Atau kadang juga menyesali segala sesuatunya. Semua silih berganti setiap kali dia datang ke taman itu.

Seandainya saja Ellyana dan keluarganya sabar,tentu nasibnya menjadi lain kini. Sekarang ia telah menjadi seorang pengusaha tanpa keluarga. Entah siapa nanti yang akan mewarisi semua harta kekayaannya. Mobil merah,type city car yang pernah diimpikan oleh Ellyana tiap hari hanya nongkrong di garasi. Rumah mewah dengan segala perlengkapannya yang didambakan Ellyana,hanyalah rumah kosong tanpa keceriaan. Kamar tidur yang didesain romantis telah lama menunggu Ellyana datang. Tapi entah berapa tahun,lebih dari dua puluh tahun semua itu menunggu kedatangan Ellyana. Yang ditunggu tidak tahu ada dimana sekarang.

Apalah arti semua kekayaan itu tanpa dapat dinikmati bersama orang yang dicintainya. Memang dia sering kali disebut sebagai lelaki bodoh karena telah menunggu cinta dengan begitu lama,seperti tidak ada wanita lain saja. Perempuan memang bukan hanya Ellyana,wanita cantik memang bukan hanya dia, tapi cinta sejatinya memang hanya untuk perempuan itu,bukan untuk yang lain. Terserahlah kalau dia disebut bodoh atau apa. Dia tetap berharap semuanya itu akan diberikan kepada Ellyana,meskipun misalnya saja dia harus menghadapi kenyataan Ellyana telah menikah dengan lelaki lain.

Sebuah gelang perak yang melingkar di lengan kirinya pertanda cintanya yang tak pernah habis. Bertuliskan”Ellyana-Mikael,mylove forever” dan dipatenkan sehingga tak ada seorangpun yang bisa melepaskannya kalau tidak dipotong dengan gergaji atau dilas. Maksudnya adalah supaya tak ada seorangpun yang bisa menggantikan mereka. Kalau ada yang menggantikan mereka di dalam hatinya maka ia akan membuang gelang itu. Tapi dia tak rela merusak gelang itu,jadi telapak tangannya yang harus dipotong bila ingin gelang itu lepas. Gila memang ide seperti itu. Segila cintanya pada Ellyana.

Pernah ada seorang wanita jatuh cinta padanya dan dia menantangnya untuk memotong lengan kirinya. Wanita itu begitu terkejut,tapi kemudian menjadi orang yang sangat menghormatinya karena kesetiaan cintanya. Kesetiaan yang sia-sia,begitulah menurut semua orang. Karena banyak orang mampu memelihara perkawinannya sampai lebih dari tiga puluh tahun. Tapi menunggu cinta kembali sampai lebih dari tiga puluh tahun adalah gila dan bodoh namanya. Mungkin Ellyana sudah hidup bahagia dengan yang lain. Benar-benar melakukan pekerjaan yang tanpa hasil. Menjaring angin namanya,menunggu sampai kapanpun tak pernah dapat!

Tapi dia tak pernah kecewa,dia selalu kembali ke taman itu menunggu Ellyana datang. Disanalah akhirnya dia menciptakan banyak lagu yang membuatnya jadi artis terkenal. Disanalah cerita-cerita untuk cerpen-cerpen dan novelnya dilahirkan. Bahkan skenario-skenario film layar lebar banyak dihasilkan dari taman itu. Tentu dia tidak sendirian melakukannya. Bayang-bayang Ellyana dan Mikael menemaninya selalu. Wajah mereka menjadi sumber semangatnya. Dan pengharapan akan kembalinya mereka,menjadi motivasi sendiri baginya untuk terus menunggu sambil berkarya. Jadi siapa bilang menunggu adalah sesuatu yang membosankan? Tak banyak orang yang tahu dari taman itu dia telah menjadi orang yang kaya sekarang. Tiga puluh tahun telah lewat,dan dia tak pernah merasa lelah menunggu cinta.

Dia masih ingat pertemuan terakhirnya dengan Ellyana dan Mikael di taman itu. Hal itu terjadi sebelum dia pergi untuk beberapa waktu lamanya guna mencari pekerjaan dan menyelesaikan masalah dengan seseorang yang selalu  mengejarnya,sehingga dia merasa tidak nyaman.

“Sayang,”Katanya waktu itu,”Papa akan pergi sejenak,tidak tahu kapan akan kembali. Bila memang Mama merasa terlalu banyak menderita hidup dengan Papa,Mama boleh mengambil jalan lain demi masa depan Mikael dan Mama sendiri. Papa tahu tekanan dari kakak-kakak sangat membuat Mama stress dan putus asa. Sekarang terserah Mama,asal Mama bahagia Papa juga bahagia.”

“Jadi Papa menyuruh Mama meninggalkan Papa?”

“Terserah Mama. Papa tak mungkin meninggalkan Mama. Mama saja yang ambil keputusan bila ternyata Papa tak bisa menepati janji lagi. Karena Papa tahu,tekanan dari keluarga sangat membuat Mama menderita juga. Papa tak mau kalian menderita. Asal kalian bahagia…”

“Papa tega!”

”Tapi harus bagaimana lagi? Bukankah Mama sendiri yang bilang,kita tidak bisa makan cinta?”

“Mam,Papa harus menyelesaikan ini tepat waktu,kalau tidak keluarga Mama akan ambil keputusan. Nah,kalau ternyata Papa meleset,mau bilang apa lagi? Keluargamu sudah memberikan waktu,mungkin memang kita harus berpisah. Tapi ingatlah bahwa Papa akan tetap setia dan tak akan mencintai siapapun lagi selain kalian. Tanda itu akan Papa buat di lengan Papa.”

Ellyana terdiam sedih.

“Ingat saja,Papa tak mau ambil keputusan ini,ini bukan kemauan Papa. Papa juga berharap Mama jujur dari hati Mama yang paling dalam. Papa tetap berharap dapat membawa kalian dari rumah itu,tapi kalaupun tidak…Mama tahu,sekarang Papa dalam keadaan yang paling bawah,jatuh ke dalam jurang yang dalam. Perlu mujizat untuk bisa bangkit dari semua ini. Atau setidaknya memerlukan waktu yang lama.”

“Mama hanya ingin memiliki keluarga yang utuh,selalu berada bersama.”

“Sayangnya Papa tak bisa melakukannya saat ini.”

“Jadi Papa setuju kalau Mama menikah dengan lelaki lain?”

“Tidak. Tapi kalau Mama bahagia sesuai dengan cita-cita Mama,kenapa tidak? Cinta memang perlu pengorbanan. Cukup Papa saja yang berkorban untuk kebahagian kalian. Keluarga Mama pasti akan memakai segala cara untuk membahagiakan Mama. Mereka juga menyayangi Mama dan Mikael,mereka kaya,mampu berbuat apa saja. Sedangkan Papa? Apalah aku ini…”

Itulah percakapan terkhirnya yang terjadi di taman itu. Setelah itu ia pergi untuk mencari pekerjaan dan mengumpulkan syarat yang diminta keluarga Ellyana agar dia dapat membawa Ellyana dan Mikael keluar dari rumah itu dan tinggal bersama lagi seperti dahulu.

Sayang,saat itu ia mengalami sakit dan tak dapat menyelesaikan persyaratannya tepat waktu. Pekerjaan belum juga didapatkannya. Jadi saat dia datang hendak menemui anak dan istrinya mereka telah tiada dan tak ada seorangpun yang mau memberitahukan keberadaan mereka. Berkali-kali,berbulan-bulan ia mendatangi keluarga Ellyana tapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya dia menyerah dan tak mendatangi rumah itu lagi.

Dia hanya datang ke taman itu setiap hari Minggu,sebab itulah janjinya kepada Ellyana. Kalau mereka harus berpisah,mereka berjanji akan bertemu lagi di taman itu. Tapi waktunya entah kapan. Mereka belum sempat menjanjikannya. Jadilah seperti ini hidupnya. Selalu datang ke taman itu setiap akhir pekan. Dari minggu ke minggu,sampai bulanan lamanya. Akhirnya tahun-tahunpun berganti. Dia belum bertemu juga dengan Ellyana.

Perpisahan itu memang salahnya,karena dia tak dapat bertanggung jawab sebagai lelaki,sebagai ayah dan juga sebagai seorang suami. Banyak sekali dia menyesali hidupnya setelah kejadian itu. Bahkan dia sempat menjadi gelandangan karena stress tidak juga bertemu dengan Ellyana. Tubuhnya yang kerempeng waktu itu akhirnya membawanya ke taman itu. Disitulah dia tinggal beberapa waktu lamanya. Orang yang sering ke taman itu mengenalnya sebagai orang gila atau gelandangan. Dia dijauhi dan ditakuti orang. Makan hanya dari sisa-sisa atau meminta-minta.

Sampai akhirnya dia menemukan semangat hidupnya di tempat itu. Segala inspirasi muncul saat ia berada di taman itu,baik siang maupun malam. Lima tahun kemudian orang mengenalnya sebagai artis yang sering datang ke tempat itu. Ironis memang.

Taman itu,tempat ia dan Ellyana mengisi waktu setiap minggu,tempat ia menjalin kasih dengannya,tempat ia bercanda tawa dengan Mikael,tempat ia menjadi gelandangan dan orang gila,juga menjadi tempat yang akhirnya membawa dia menjadi artis dan kaya. Di taman itu juga dia yakin akan menemukan Ellyana kembali. Taman itu telah mengembalikan kehormatannya,telah menjadikannya seorang yang tidak dipandang sebelah mata lagi dan dia berharap di taman itulah Tuhan akan mengembalikan anak dan istrinya.

Setiap minggu dia berharap menjadi hari terakhir dari penantiannya sama juga halnya dengan hari itu. Dari tadi matanya menatap ke segala arah,menantikan kalau-kalau ada seseorang yang mirip Ellyana akan muncul. Ah…mungkin dia sudah tidak mengenalinya lagi. Atau juga dia berharap bertemu dengan seorang pemuda berusia tiga puluh tahunan yang mirip dengannya. Dia berharap itu adalah Mikael anaknya. Mungkin,mungkin saja hal itu bisa terjadi. Dia sendiri tak pernah tahu lagi,bagaimana wajah anaknya sekarang. Tiga puluh tahun yang lalu Mikael baru berumur tiga tahun.

Dia memang bodoh karena dianggap telah melakukan hal yang sia-sia selama tiga puluh tahun lebih. Tapi dia juga tetap menanti dengan harapan. Di kursi tempat ia duduk, ditulisinya dengan tinta menyolok,”Disini aku menunggumu El,setiap minggu.” Bila tulisan itu menjadi pudar ia perbaiki lagi dengan teliti. Bila petugas taman mengecatnya ulang,ia akan membuat lagi tulisan yang baru,dengan kata-kata yang sama. Entah sudah berapa kali ia lakukan,hampir tiga puluh tahun tulisan itu,seperti sebuah artefak kuno.

Sepasang suami istri dengan dua orang anaknya melintas di depannya. Di belakangnya ada seorang wanita tua yang mengiringi. Mereka tengah menikmati suasana sore itu seperti halnya kebanyakan orang yang datang ke tempat itu. Mereka lalu duduk di sebuah kursi tempat biasa dia duduk. Sebab ia memang jarang duduk dikursi itu,ia hanya duduk di rumput sambil menulis di buku.

“Dulu,Mama sering ke taman ini,”Kata lelaki itu pada istrinya.

“Enak juga yah tempat ini,ramai.”Jawab yang wanita.

Wanita tua itu seperti mengingat-ingat sesuatu dan turut bicara,”Disinilah Mama dulu pacaran dengan Papamu. Bahkan waktu suamimu masih kecil dia sering kami ajak kesini. Kadang kami menikmati pemandangan disini sampai jauh malam.”

Dua bocah kecil itu,yang satu lelaki yang satu lagi perempuan bermain di dekatnya.

“Kakek sedang menulis apa?”Tanya yang perempuan.

“Oh…Kakek sedang menulis cerita,”Jawabnya.

“Cerita apa?”

“Cerita tentang kesetiaan cinta,untuk dibuat film.”

Lalu kedua bocah itu duduk di sisinya. Dia berhenti menulis dan bermain dengan anak-anak itu.

Wanita tua itu terus bercerita kepada anak dan menantunya tentang hidupnya dulu. Sedikit banyak dia mendengarkan walau tidak jelas dan memang tak menyimaknya,karena sedang bermain dengan anak-anak itu.

“Kalau tidak salah disinilah biasanya Mama duduk menikmati sore,”Kata wanita itu sambil meraba-raba sandaran kursi. Ia sedang mengingat-ingat sesuatu.”Kalau tidak salah…”

Wanita tua itu berhenti bicara saat tangannya menyentuh sebuah tulisan panjang di sandaran kursi itu. Tangannya gemetaran meraba-raba dan mulutnya komat-kamit membaca tulisan itu. Tiba-tiba saja tubuhnya menjadi lemas dan air matanya mengalir. Anaknya terkejut melihatnya.

“Ma,Mama kenapa?”Tanyanya heran.

Wanita itu memegangi tulisan itu. Menantunya membacanya pelan.

“Disini aku menunggumu El,setiap minggu.”

“Mama kenapa?”

“Nenek kenapa?”Tanya dua bocah kecil itu menghampiri.

Dia terusik oleh kejadian itu. Perlahan dia berdiri memperhatikan,lalu dengan langkah pelan dan hati penuh tanda tanya ia menghampiri mereka semua. Wanita tua itu menangis pelan. Yang lain tambah keheranan. Dia ikut terkejut,jantungnya deg-degan tak menentu.

“Ada apa?”Tanyanya akhirnya.

“Tidak tahu Pak,”Jawab yang perempuan,”Mama menangis setelah cerita dan membaca tulisan ini.”

Dia menghampiri wanita itu dan memberanikan dirinya. Lama ia memperhatikan sampai tumbuh keyakinan di hatinya. Lalu ia menatap lelaki yang ada dihadapannya. Sepertinya ia tambah yakin akan hal itu. Iapun kembali menatap wanita tua di hadapannya,meraba wajahnya dengan gemetaran. Yang melihat menjadi kebingungan. Tiba-tiba saja ia menarik baju wanita itu pada bagian dadanya,semua orang terkejut termasuk wanita itu.

“El…?!”Serunya setelah ia melihat ada tahi lalat di dada wanita itu.

“Siapa kau?”Wanita itu balas bertanya.

Lelaki itu menunjukan tulisan pada gelang perak di lengan kirinya. Setengah keheranan wanita tua itu membacanya dengan bibir yang gemetaran dan menjadi sangat terkejut karenanya.

“Ellyana-Mikael,Mylove forever.”

Dia mengangguk mengiyakan apa yang dibaca oleh wanita tua itu.

Tiba-tiba saja wanita tua itu berkata,”Papa…?!”

Buru-buru ia memeluknya. Suasana jadi hening sejenak. Anak wanita itu beserta istrinya tak mengerti apa yang terjadi. Dua bocah cilik itu malah kebingungan melihatnya. Tapi tak ada yang mampu berkomentar atau berusaha memecahkan keheningan itu. Yang ada adalah isak tangis dari sepasang kakek nenek itu.

“Maafkan Mama…Mama telah meninggalkan Papa…Mama menikah lagi dengan orang lain,tapi Mama tetap mencintai Papa. Tak menyangka Papa ternyata lelaki yang setia dan menunggu Mama setiap minggu disini.”

“Setiap minggu,tiga puluh tahun Mama…”Jawabnya.

Akhirnya merekapun saling bercerita. Dia akhirnya bertemu juga dengan istri dan anaknya. Bahkan telah memiliki dua orang cucu sekarang. Semua menjadi terharu. Terlebih lagi Mikael,dia ingat sekilas tentang masa indahnya bersama Papanya saat bercanda di taman itu.

“Tinggallah kembali dengan Papa,semua yang Mama impikan telah menunggu selama dua puluh tahun. Kita akan menghabiskan masa tua kita disini. Kita bisa pergi ke taman ini setiap minggu seperti dahulu.”

Ellyana tak menjawab,dia memang tak mampu lagi menahan kerinduannya. Tiga puluh tahun ia telah menutupi semua perasaannya,tetapi lelaki itu tak pernah berubah. Ia memang pergi ke Kalimantan dan menikah lagi dengan seorang lelaki disana atas paksaan keluarganya demi menyambung hidup. Tapi dia tak punya anak sampai akhirnya lelaki itu meninggal sepuluh tahun yang lalu.

Lelaki itu kini tak akan pernah sendirian lagi di taman itu. Ada cintanya yang telah kembali setelah menunggu lebih dari tiga puluh tahun. Ada anak dan menantunya dan juga sepasang cucunya. Dia sekarang bukan orang yang bodoh lagi. Takdir telah mempertemukan mereka kembali. Sekarang ia dapat berbagi kebahagiaannya dengan orang yang dicintainya.

Di taman itu,penantiannya tak sia-sia selama tiga puluh tahun.